Zulfinasran Usulkan Pembuatan Prasasti Pejuang Pemekaran Di HUT Kecamatan Tomini Ke-14

Bagikan Artikel ini

Pariwaraku.com – Mewakili Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-14 Kecamatan Tomini, kegiatan tersebut berlangsung dihalaman kantor camat tomini dan dihadiri kepada dinas PUPRP, kepala dinas Dukcapil, unsur forum komunikasi pimpinan kecamatan tomini, para camat dan tokoh pemekaran. Selasa 18 Januari 2022.

Sekda dalam membacakan sambutan resmi bupati menuturkan bahwa 14 tahun perjalanan kecamatan tomini adalah merupakan momentum untuk instropeksi bersama antara pemerintah maupun masyarakat, mengambil sikap, tekad, guna meningkatkan kesejahteraan, kemajuan serta kemakmuran.

Dikatakannya, berkembangnya sebuah kecamatan sangat di tentukan oleh seluruh elemen masyarakat di wilayahnya, sehingga bukan hanya seorang camat saja namun harus dibantu perangkatnya serta didukung oleh komponen masyarakat, dengan saling membangun kerjasama, gotongroyong sehingga terciptanya kekuatan dalam suatu kerukunan antara warga yang mampu memberikan kebersamaan yang harmonis. tutur sekda saat menjadi inspektur upacara.

Sekda berpesan, khususnya kecamatan tomini untuk terus maju, kreatif, inovatif dalam bekerja dan aktif disetiap pembangunan demi mensejahterakan masyarakat, umumnya masyarakat parigi moutong dan khususnya kecamatan tomini.

Diakhir sambutan bupati, sekda menambahkan bahwa kita telah mendengar sejarah singkat terbentuknya kecamatan tomini, masukan dari saya untuk kecamatan tomini bahwa apa yang dibacakan tadi merupakan bagian dari sejarah dan nama-nama yang disebutkan merupakan pelaku sejarah yang ada di kecamatan tomini.

“Kedepannya pihak kecamatan bisa membuat prasasti yang menyebutkan nama-nama parah pejuang pemekaran pada saat itu, seperti yang pernah saya lakukan pada saat menjadi camat torue pada tahun 2012”. ungkap sekda

Lebih lanjut kata sekda, dengan prasasti tersebut sejarah akan mencatat dan masyarakat kita akan mengetahui siapa-siapa saja yang selama ini berjuang untuk melakukan dan bagaimana dukungan masyarakat pada waktu itu, dan tidak salahnya sejarah yang dibacakan tadi dibuat cetakan buku sejarah terbentuknya kecamatan tomini. Pesan sekda

Sekda juga menyampaikan, dari semua kegiatan-kegiatan yang ada di kecamatan tidak pernah terlepas peran aktif masyarakat dan pelaku usaha dalam memberikan partisipasinya untuk suatu kegiatan, dan ini cukup begitu berat bagi pihak kecamatan, kepolisian dan lainya, merasakan bagaimana kegiatan yang ada di kecamatan bisa berjalan dengan sukses.

Jika memungkinkan dan bisa disepakati secara keseluruhan bersama masyarakat dan juga pemerintah desa bisa di upayakan “Program Dana Abadi”. Maksud dari dana abadi setiap masyarakat atau melalui aparatur sipil negara diawali dengan menyumbangkan dana awalnya, dengan akumulasi terkumpulnya bisa digunakan untuk membiayai kegiatan yang dikecamatan namun bukan untuk dihabiskan, dana yang terkumpul bisa dijadikan dana talangan awal untuk membuat suatu kegiatan atau iven-iven yang bisa menghasilkan dan ini yang perlu kita sepaki bersama.

“Kita bayangkan saja kalau ada seribu pegawai menyumbangkan dana seratus ribu rupiah per orang, bisa terkumpul seratus juta bisa terkumpul sewaktu-waktu, dan inilah yang dikelolah oleh pengurus yang apabila kedepannya ada kegiatan-kegiatan yang ingin dilakukan”. ungkap sekda.

Kata sekda, ini sebagai masukan untuk camat dan aparat-aparat desa supaya kedepannya dalam setiap kegiatan untuk membuat suatu iven atau kegiatan berikutnya kita suda memiliki dana pangkal awal untuk membiayai iven atau kegiatan yang menghasilkan dan hasil dari kegiatan itulah yang membiayai kegiatan yang kita laksanakan, dana terkumpul keuntungan di keluarkan dan dana pangkalnya dikembalikan kepada panitia atau pengurus.

“Hanya saja tantangan terbesar adalah harus benar-benar mencari pengelola dana yang amanah”. Pungkasnya


Bagikan Artikel ini

Pos terkait