Yayuk Basuki : Olahraga Sulteng Tidak Akan Maju Jika Hanya Andalkan APBD

Mantan Ratu Tenis Indonesia yang juga Wakil Ketum Bidang Mobilisasi Sumber Daya dan Kesejahteraan Pelaku Olahraga KONI Pusat Yayuk Basuk, silaturrahmi dengan pengurus KONI Sulteng
Bagikan Artikel ini

Palu,pariwaraku.com – Mantan Ratu Tenis Indonesia yang juga Wakil Ketum Bidang Mobilisasi Sumber Daya dan Kesejahteraan Pelaku Olahraga KONI Pusat Yayuk Basuki mengungkapkan bahwa olahraga di Sulteng tidak akan maju jika hanya mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

” Perlu ada terobosan dari Pengurus KONI dengan melibatkan pihak swasta sebagai sponsorship atau bapak angkat cabang olahraga,,”ungkap Yayuk Basuki saat silaturrahim bersama Ketum KONI Sulteng M Nizar Rahmatu, Sekum Husin Alwi, Pengurus KONI Provinsi yang dihadiri Danrem 132/Tadulako Brigjen Farid Makruf, dan Christopher Rungkat atlet Tenis andalan Indonesia di Aula KONI Sabtu 4 Desember 2021.

Bacaan Lainnya

Mantan peraih empat medali emas diajang Asean Games ini menuturkan bahwa kemajuan dan prestasi dunia olahraga, harus nertal dari unsur politik praktis.
” Jangan pernah dicampur adukkan,” ujarnya.

Secara pribadi kata Yayuk, ia sangat bangga dan berterima kasih atas sambutan pengurus KONI Provinsi Sulteng. ” Ini sungguh luar biasa. Saya juga mendukung sepenuhnya Sulteng-Go sebagai tuan rumah PON XXII Tahun 2028 mendatang, karena Sulteng memiliki potensi yang luar biasa,” pungkasnya.

Ketum KONI Sulteng M Nizar Rahmatu mengungkapkan bahwa apa yang disampaikan Wakil Ketum KONI Pusat ini telah dilakukan oleh KONI Sulteng, meski kepengurusan baru berjalan enam bulan. Bahkan didua bulan kepemimpinannya kata Nizar, KONI Sulteng telah merangkul para pemangku kepentingan termasuk pihak swasta dalam mesukseskan Puslatda menuju PON XX Papua 2021 lalu.

” Alhamdulilah langkah dan terobosan itu telah kami lakukan di awal-awal kepemimpinan. Bahkan di event empat tahunan tersebut, sejarah Sulteng tercipta dengan meraih 12 keping medali dari 18 cabang olahraga yang diikuti,” kata Nizar.

Menurutnya, olahraga ini menyangkut harga diri dan kebanggaandaerah. Makanya kami sadar untuk membangun olahraga, tidak bisa hanya satu pihak, dibutuhkan keterlibatan semua pihak termasuk pemangku kepentingan termasuk swasta.

Ia juga menegaskan untuk mencapai puncak prestasi, empat faktor harus dipenuhi yakni Dana, Sarana dan Prasarana, Sumber Daya Manusia (SDM) serta Penataan Organasisi.

” Makanya dalam waktu dekat ini, KONI Sulteng akan menggelar gala dinner di Jakarta, dengan mengundang para Komisaris serta Direksi perusahaan-perusahaan raksasa yang berinvestasi di Bumi Sulteng. Kami juga sudah membangun komunikasi baik dengan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Menteri BUMN Erick Thohir. Termasuk akan menemui Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Selain akan menyampaikan rencana ini, kami juga meminta kesediaan beliau untuk melantik serta mengukuhkan kepengurusan baru Pengprov PASI Sulteng yang di
Ketuai Dr Faidul Keteng,”ujarnya

Yang menarik dalam pertemuan tersebut, Nizar Rahmatu meminta kesediaan Yayuk Basuki untuk menjadi pelatih atlet tenis lapangan Sulteng. Karena saat ini Gubernur Sulteng.H Rusdy Mastura telah mencanangkan program Sulteng Emas menuju PON XXI Aceh Sumut 2024. Dimana Sulteng menargetkan 10 medali emas.

Mendapat tawaran tersebut, Yayuk Basuki sontak kaget dan tidak menyangka. Ia meminta waktu untuk mempertimbangkan keinginan tersebut, karena menurut Yayuk, ia masih bagian salah satu partai politik, sehingga masih ada tugas tanggungjawab untuk kerja-kerja politik kedepan. ” Yah nanti saya pertimbangkan Ketum KONI,” kata Yayuk yang disambut riuh para pengurus.

Sementara Danrem132/Tadulako Brigjen Farid Maruf mengakui terobosan KONI Sulteng saat ini. Langkah serta berbagai upaya yang dilakukan KONI Provinsi saat ini diyakini akan memberikan warna serta perkembangan dunia olahraga di Sulteng.

Menurutnya, mendatangkan Yayuk Basuki dengan Christopher rungkat  di Bumi Tadulako supaya  atlet atlet di daerah ini bisa mengukur dirinya sudah seberapa jauh kemajuan yang mereka capai dan berharap agar tenis di Sulteng maju masuk ke kualifikasi PON 2024.

Kata Danrem sesungguhnys ia masih berkeingnan besar memajukan olahraga di Sulteng khususnya Tenis Lapangan, namun karena ada tugas negara yang dibebankan kepadanya, sehingga kemungkinan besar akan pindah tugas.

” Yang jelas, jika masih dibutuhkan, maka ia juga siap,” kata Danrem.

Ia pun mengungkapkan semoga dengan kehadirian legenda tenis Indonesia Yayuk Basuki dan peraih medali emas PON XX Papua Cristiphher Rungkat di Bumi Tadulako akan menjadi semangat baru bagi pengurus KONI Sulteng dan seluruh atlet.


Bagikan Artikel ini

Pos terkait