Warga Kota Palu Geger Penemuan Mayat Tergantung Di Pohon Mangga

Bagikan Artikel ini

Pariwaraku.com – Warga Kelurahan Lere, Kota Palu digemparkan dengan penemuan sesosok mayat yang tergantung di pohon Mangga, Jalan Pangeran Hidayat Kelurahan Lere, Kota Palu pagi ini (2/11/2021).

Penemuan mayat tergantung ini, sontak saja membuat warga sekitar kaget dan langsung berbondong – bondong mendatangi Tempat Kejadian Perkata (TKP) tepat di perempatan Jalan Pangeran Hidayat, Kelurahan Lere itu untuk mengetahui kejadian yang sesungghunya.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021

Wartawan  yang mendapat informasi langsung menuju TKP dan menyaksikan langsung mayat yang masih tergantung dan puluhan warga yang berkerumun di sekitar lokasi untuk melihat kejadian itu.

Polisi yang tiba di lokasi, langsung menutup wajah mayat itu dengan kain dan langsung memasang garis pembatas untuk membatasi warga agar tidak mendekati mayat yang masih tergantung itu.

Ketua RT setempat, Moh. Jaya Natopada yang ditemui di TKP mengatakan, mayat yang tergantung itu berasal dari Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong. Namun sudah tinggal di Kelurahan Lere kurang lebih 10 tahun.

“Sehari – hari biasanya dia memulung,” ujar Moh. Jaya Natopada kepada sultengnews.com di TKP.

Menurut Moh. Jaya Natopada, dia meninggalkan satu orang istri dan dua orang anak.

“Menurut keluarga, jenazah akan dibawa ke Lambunu,” kata Moh. Jaya Natopada.

Sementara anak korban, Ramdan Febrianto yang ditemui di TKP mengatakan, semalam ayahnya masih menjemput dirinya ditempat kerjanya.

“Tadi malam, bapak masih jemput saya ditempat kerja. Tidak ada tanda – tanda yang aneh dari bapak, makanya saya kaget kenapa bapak bisa sependek itu pikiranya,” ujar Ramdan.

Bahkan kata Ramdan, malam setelah menjemput dirinya, korban masih sempat nonton televisi seperti biasanya.

“Tadi subuh bapak saya lihat keluar, karena memang kebiasaannya keluar subuh. Saya kaget kok orang sudah kumpul dan menyampaikan ada orang gantung diri. Setelah saya cek rupanya bapak, saya kaget juga,” terangnya.

Olehnya, Ramdan memperkirakan bapaknya gantung diri saat keluar subuh tadi.

Setelah melalui rembuk keluarga, rencana jenazah korban akan dibawa ke Lambunu untuk dimakamkan.

Hingga berita ini tayang, pihak keluarga masih berembuk dengan pihak kepolisian apakah jenazah langsung dibawa ke Lambunu atau di RS Bhayakara dulu.

Penulis : Mahful Haruna

Sumber : Sultengnews.com


Bagikan Artikel ini

Pos terkait