Wali Kota Palu Temui Yayasan Tzu Chi untuk Bahas Lahan Huntap

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Wali kota Palu Drs. Hidayat, M.Si mengunjungi Kantor Pusat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Jakarta pada Selasa, (8/10/2019). Kunjungan Hidayat dalam rangka menindaklanjuti bantuan yang diberikan oleh yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia terkait dengan pembangunan Hunian Tetap di Kota Palu

Kunjungan tersebut juga sebagai langkah tindak lanjut atas instruksi Jusuf Kalla saat melakukan kunjungan kerja ke kota Palu sehari sebelumnya. Dalam kesempatan tersebut, Hidayat diterima langsung oleh Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei bersama para anggota pengurus lainnya.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana diketahui, Yayasan yang didirikan oleh Master Cheng Yen dan bergerak dalam kegiatan kemanusiaan tersebut membantu sekitar 1.500 unit Huntap untuk kota Palu di kelurahan Tondo, Talise, dan Duyu. Dalam kesempatan tersebut Hidayat mampu meyakinkan pihak Yayasan Buddha Tzu Chi terkait dengan ketersediaan lahan untuk pembangunan Huntap berapapun yang dibutuhkan..

Jusuf Kalla memastikan tidak akan memperpanjang izin pemanfaatan tanah negara (HGU dan HGB) perusahaan di kelurahan Tondo dan Talise yang akan habis tahun ini.Sehingga, tanah tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai kawasan relokasi dan pembangunan Huntap untuk korban bencana Palu.

Karena kebijakan tersebut, pembangunan Huntap oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di kelurahan Tondo sementara tetap dijalankan seperti biasa sembari menunggu perampungan masalah pembebasan lahan.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja ke Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (7/10/2019), Jusuf Kalla sempat berbincang cukup panjang dengan Aida Angkasa, relawan di Buddha Tzu Chi.

Di kala melakukan pengecekan huntap yang berada di Kelurahan Tondo, Kota Palu, Aida menyampaikan unek-uneknya terkait masalah pembebasan lahan.

Apa yang disampaikan pihak Buddha Tzu Chi, langsung ditanggapi Jusuf Kalla saat hendak menuju mobilnya untuk melanjutkan kunjungan kerja selanjutnya.

“Coba masalah itu segera diselesaikan,” ujar Jusuf Kalla kepada Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil dan Dirjen Pengadaan Tanah, Arie Yuriwin yang hadir saat itu.

Aida kepada sejumlah wartawan mengatakan, huntap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi memang mengalami kendala berkaitan masalah lahan. Kendalanya ada di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Dari awal SK gubernur diteruskan dengan SK wali kota itu diberikan 84 hektar. Akhirnya dari BPN hanya memberikan kita 19 hektar. Tapi dua minggu lalu kami akhirnya diberi 30 hektar,” kata Aida.

Namun, pihak yayasan tidak mau jika hanya diberikan 30 hektar

loading…

“Kalau bisa lebih. Itu bukan untuk kami yayasan, tapi itu untuk kepentingan masyarakat. Kami hanya membangun, tapi kalau kami tidak difasilitasi dengan lahan yang benar dan bersih ya kami juga tidak mau membangunnya,” ujar Aida. (Tribun)

 

 


Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait