Viral, Lagu Genjer-Genjer Hadir Di TikTok

ilustrasi
Bagikan Artikel ini

pariwaraku.com – Kembali lagi lagu genjer-genjer yang pepuler pada tahun 1962 viral kembali di kalangan pengguna media sosial. Lagu Genjer-Genjer yang dikabarkan merupakan lagu PKI

Beberapa hari terakhir ini viral lagu berjudul Genjer-Genjer di salah satu aplikasi video, yakni TikTok.

Bacaan Lainnya

Banyak pengguna TikTok merekam reaksi orang tua, kakek, atau nenek mereka saat mendengar lagu Genjer-Genjer.

Kemudian, terdapat kabar bahwa lagu tersebut merupakan lagu PKI yang menyeramkan dan dilarang diputar di Indonesia.

Lagu yang kita kenal dengan lagu komunis itu ternyata mempunyai sejarah yang kelam. dan memang lagu tersebut sangat menyeramkan seakan-akan kita bernostalgia dengan suatu peristiwa tertentu.

Apakah benar dalam lagu tersebut terdapat propaganda untuk tujuan tertentu? Simak informasi mengenai lagu Genjer-Genjer berikut.

Lagu Genjer-Genjer adalah lagu yang menggunakan bahasa Using dari Banyuwangi yang diciptakan oleh Muhammad Arief. Dia adalah sosok seniman aktif di Lembaga Kebudayaan LEKRA.

https://www.youtube.com/watch?v=SVQjP_qc_-Q

Lagu Genjer-Genjer menjadi populer ketika dinyanyikan ulang oleh penyanyi terkenal pada masa Orde Lama, Bing Slamet dan juga oleh Lilis Suryani pada tahun 1962.

Pada masa Orde Lama, banyak musikus yang menyanyikan lagu ini di istana negara.

Kepopuleran lagu ini lantas dimanfaatkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk berkampanye. Bahkan lagu ini menjadi ciri khas bagi orang PKI.

Sangking melekatnya lagu ini dengan PKI, maka stempel sebagai lagu komunis pun melekat.

Setelah terjadi G 30 S 1965, beberapa media seperti koran Pantjasila dan Berita Yudha memuat berita tentang lagu Genjer-Genjer. Namun, berbeda dengan lirik aslinya.

Media-media itu juga menurunkan berita bohong tentang penyiksaan terhadap para jenderal. Dan akhirnya media-media tersebut berhasil membuat propaganda.

Propaganda terhadap lagu ini semakin langgeng karena film G30 S PKI. Lagu itu kemudian menjadi sinonim PKI, dan karenanya dibenci sekaligus ditakuti.

Keluarga Arief pencipta lagu Genjer-Genjer, hingga tahun 2014 mendapat terror. Dan pada September 1965, rumahnya dihancurkan oleh massa karena di sangka sebagai orang PKI.

Dampak propaganda orde baru memang sangat dahsyat. Bahkan sebuah lagu yang diciptakan 77 tahun lalu masih berhasil dianggap mengerikan dan sebagai lagu PKI.

Bahkan, lagu tersebut juga dijadikan senjata untuk menyerang orang-orang yang berbeda pendapat.


Bagikan Artikel ini

Pos terkait