Vakum 2 Tahun, Akhirnya O2SN Tingkat SD dan SMP Provinsi Sulawesi Tengah Terlaksana di Tahun 2022

Bagikan Artikel ini

Sementara itu Sekretaris Umum KONI Sulteng Husin Alwi khususnya pada pembinaan usia dini tidak menomorsatukan prestasi melainkan partisipasi. Menurut Husin, partisipasi olahraga bisa menghasilkan prestasi namun tanpa partisipasi, prestasi akan sulit dicapai.

“Kalau partisipasi kita kedepankan maka prestasi akan mengikut . Tapi orientasi meninggalkan partisipasi maka prestasi akan putus. Saya berpesan pada dunia pendidikan bahwa kita tak hanya mengejar kecerdasan intelektual saja, tapi juga membangun karakter cerdas dalam emosional dan spritual serta kepribadian yg sportif ,bertanggungjawab, memiliki rasa syukur, kuat dan tangguh dalam menghadapi setiap tantangan,” kata Husin.

kecerdasan karakter fisik dalam olahraga akan menyeimbangkan orientasi kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional melalui olahraga,” kata Husin Alwi.

Menurut Husin, KONI Sulteng berusaha mewujudkan mindset sport for all atau olahraga untuk semua. “Minimal satu instansi satu cabang olahraga yang dibina maka olahraga di Sulteng akan merata,” kata Husin.

Mengakhiri sambutan, Husin berpesan bahwa Gubernur dan KONI Sulteng mengubah mindset publik terkait pelayanan KONI Sulteng untuk masyarakat, KONI Sulteng mengedepankan “memanusiakan” olahragawan dengan memberikan hak para atlet sebagaimana usai PON Papua, atlet peraih medali langsung diberikan bonus setelah menginjakkan kaki di Bumi Tadulako setelah dari Bumi Cenderawasih. (*)

loading...


Bagikan Artikel ini

Pos terkait