Usulkan 7,81 Triliun Untuk Anggaran Kartu Pra Kerja, Jokowi Tegaskan Bukan Untuk Gaji Pengangguran.

(Foto : boombastis.com)
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Jakarta, Di Ketahui APBN 2020 Presiden RI, Ir. Joko Widodo mengusulkan anggaran untuk Kartu Pra Kerja berkisar Rp7,81 triliun. Joko Widodo menegaskan program Kartu Pra Kerja bukan untuk menggaji pengangguran, akan tetapi sebagai bantuan kepada para pencari kerja maupun pekerja aktif dan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang butuh peningkatan kompetensi.

Hal itu Disampaikan Joko Widodo, dalam rapat terbatas (RATAS) di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (10/12 /2019).

Bacaan Lainnya

“Terkait implementasi Kartu Pra Kerja, saya ingin menegaskan lagi program ini bukan menggaji pengangguran, sekali lagi bukan menggaji pengangguran. Ini penting saya sampaikan, karena seolah-olah pemerintah akan menggaji. Tidak, itu keliru,” ungkap Presiden Jok Widodo yang dilansir dari Antaranews.com

Jokowi juga menambahkan bahwa kartu pra kerja adalah bantuan biaya pelatihan dan advokasi bagi para pencari kerja yang usianya 18 Tahun ke atas.

“Kartu Pra Kerja adalah bantuan biaya pelatihan atau vokasi untuk para pencari kerja yang berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang pendidikan formal atau untuk pekerja aktif dan korban PHK yang membutuhkan peningkatan kompetensi,” tambah Presiden.

Lanjut Mantan Gubernur Jakarta itu bahwa tujuan Kartu Pra Kerja ada dua yakni.

“Pertama mempersiapkan angkatan kerja dan terserap atau menjadi ‘entrepreneur’ dan kedua meningkatkan keterampilan para pekerja dan korban PHK untuk ‘reskilling’ dan ‘upskilling’ agar semakin produktif dan meningkatkan daya saing,” ungkap presiden.

Olehnya Presiden pun meminta para menterinya untuk mempresentasikan mengenai persiapan detail implementasi mengenai “project management office”.

“Siapa yang akan melakukan program ini, kemudian kesiapan ‘platofrm’ digital dan alur bisnis proses sepert apa, ketiga skema pencairan dana untuk pembayarannya,” kata presiden.

Adapun Rapat Terbatas dengan topik “Akselerasi, Implementasi Program Siap Kerja dan Perlindungan Sosial”. dihadiri oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan para menteri kabinet Indonesia Maju. [***]

Sumber : Antaranews.com/Desca Lidya Natalia

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait