Untuk Pria, Deteksi Dini secara Rutin Penyakit-Penyakit Ini

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Menjalani pemeriksaan rutin pada waktu yang tepat adalah salah satu hal terpenting untuk menjaga kesehatan. Skrining atau bentuk deteksi dapat menemukan penyakit sejak dini, bahkan sebelum ada gejala yang muncul sehingga lebih mudah diobati.

Deteksi dini kanker atau diabetes misalnya, dapat membantu dokter memberi perawatan yang memberi hasil lebih efektif. Bagi pria, ada beberapa tes penting yang dibutuhkan berdasarkan usia dan faktor risiko, yaitu:

Bacaan Lainnya

  • Kanker prostat

Kanker paling umum pada pria setelah kanker kulit. Kanker ini cenderung tumbuh lambat, tapi ada juga jenis kanker prostat agresif dan tumbuh cepat. Pemeriksaan rutin dapat menemukan penyakit ini lebih awal, kadang-kadang sebelum gejala berkembang.

Skrining mencakup pemeriksaan dubur digital (DRE) dan tes darah antigen spesifik prostat (PSA). Pemeriksaan dilakukan pada usia rata-rata 50 tahun untuk pria berisiko. Sementara pada usia 45 tahun lebih tinggi terutama pada pria dengan riwayat keluarga kanker prostat.

  • Kanker testis

Kanker ini berkembang di testis pria, yakni kelenjar reproduksi yang menghasilkan sperma. Kebanyakan terjadi pada usia 20 hingga 54 tahun.
Pemeriksaan kanker testis sebaiknya dilakukan selama pemeriksaan fisik rutin. Pria yang berisiko lebih tinggi dengan riwayat keluarga kanker ini. Adanya benjolan yang keras, benjolan halus, atau perubahan ukuran atau bentuk testis harus didiskusikan dengan dokter.

  • Kanker kolorektal

Kanker kolorektal adalah penyebab paling umum kedua kematian akibat kanker. Pria berisiko lebih tinggi mengalami kanker ini dibanding wanita.

Mayoritas kanker usus besar berkembang perlahan dari polip usus besar di permukaan. Setelah berkembang kanker usus dapat menyebar ke bagian lain tubuh. Pencegahannya adalah mendeteksi dan menghilangkan polip sebelum berubah menjadi kanker.

Skrining dimulai pada usia 50 tahun. Kolonoskopi adalah tes umum mendeteksi polip dan kanker kolorektal. Tes lainnya adalah kolonoskopi virtual yakni CT scan. Saat ada polip terdeteksi kolonoskopi dipakai menghilangkannya.

  • Kanker kulit

Melanoma adalah bentuk kanker kulit paling berbahaya. Kanker ini dimulai pada sel khusus penghasil warna kulit yaitu melanosit. Pria yang lebih tua dua kali lebih berisiko mengembangkan melanoma dibandingkan wanita di usia sama.

Pria 2-3 kali lebih mungkin mengalami sel basal non-melanoma dan kanker kulit sel skuamosa daripada wanita. Risiko meningkat akibat sengatan sinar matahari dan sering berjemur tanpa perlindungan.

  • Tekanan darah tinggi

Risiko hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia, dan terkait dengan berat badan serta gaya hidup. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan komplikasi parah tanpa gejala sebelumnya. Ini termasuk aneurisma-pembengkakan arteri yang berbahaya. Gaya hidup sehat untuk tekanan darah dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Tekanan darah ada dua, yaitu sistolik adalah tekanan di arteri ketika jantung berdetak. Kedua adalah diastolik adalah tekanan di antara ketukan. Tekanan darah normal kurang dari 120/80. Tekanan darah tinggi adalah 130/80 atau lebih tinggi.

loading…
  • Tingkat Kolesterol

Kadar kolesterol LDL tinggi dalam darah menyebabkan plak lengket menumpuk di dinding arteri. Aterosklerosis atau pengerasan dan penyempitan arteri berkembang tanpa gejala selama bertahun-tahun, dan dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Perubahan gaya hidup dan obat-obatan dapat mengurangi kolesterol “jahat” ini dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

  • Diabetes tipe 2

Sepertiga penderita diabetes di Amerika Serikat tidak mengetahui mereka mengidapnya. Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke, penyakit ginjal, kebutaan akibat kerusakan pembuluh darah retina, kerusakan saraf, dan impotensi.

Diabetes yang ditemukan pada awal dapat dikendalikan. Komplikasi dapat dihindari dengan diet, olahraga, penurunan berat badan, dan obat-obatan.

Skrining diabetes antara lain tes gula darah puasa, tes toleransi glukosa, atau AIC yang dilakukan bersama atau sendiri untuk mendeteksi diabetes. Orang dewasa yang sehat harus menjalani tes setiap tiga tahun sejak usia 45 tahun. Mereka dengan risiko tinggi termasuk yang memiliki kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi harus lebih awal dan lebih sering menjalani tes.

  • Human Immunodeficiency Virus (HIV)

HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS. Virus menyebar dari satu orang ke orang lain ketika sekresi bersentuhan dengan vagina, daerah anal, mulut, mata, atau luka pada kulit. Belum ada obat dan vaksin HIV, namun perawatan dapat mencegah infeksi dari HIV menjadi AIDS.

Orang dengan HIV bebas gejala selama bertahun-tahun. Satu-satunya cara mendeteksi infeksi ini adalah dengan serangkaian tes darah. Setelah infeksi, tes akan positif setelah dua bulan, dan hanya 5 persen yang masih negatif setelah enam bulan. Seks aman diperlukan untuk menghindari infeksi HIV dan infeksi menular seksual lainnya.

  • Glaukoma

Kelompok penyakit mata ini secara bertahap merusak saraf optik dan dapat menyebabkan kebutaan, kehilangan penglihatan signifikan, bahkan sebelum merasakan gejala. Tes skrining mendeteksi tekanan tinggi abnormal di dalam mata untuk diobati sebelum terjadi kerusakan pada saraf optik.

Pada mereka dengan mata normal, tes mata disarankan dilakukan:
Di bawah 40 tahun: Setiap 2-4 tahun
40-54 tahun: Setiap 1-3 tahun
55-64 tahun: Setiap 1-2 tahun
65 tahun ke atas: Setiap 6-12 bulan


Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait