Tanggapan Atas Berita “Walikota Nyatakan Kelurahan Petobo Bakal Dihilangkan”

Masih membekas di ingatan kami bencana likuifaksi petobo pada tanggal 28 september 2018
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu,Sejak 16 Januari 2020 malam, berita dari sejumlah portal online “Walikota Nyatakan Kel.Petobo Bakal Dihilangkan”, viral dan jadi perbincangan publik.

Memastikan kebenaran berita ini, awak penabantaya turlap ke sejumlah warga Petobo di Shelter Pengungsian Ranggaravana, yakni di wilayah Petobo Atas.

Bacaan Lainnya

Melalui jalur jalan poros Kelurahan Kawatuna, dari arah utara, lepas dari gerbang Perumahan KORPRI, jalan poros menuntun masuk area Kelurahan Petobo.

Jalur ini salah satu koneksi ke Petobo dari arah utara. Diketahui, sejak bencana dahsyat 28 September 2018 silam, jalur utama ke Petobo yakni Jl. Soeharto dari arah bawah (barat), tidak lagi bisa dilalui. Area ini seketika jadi gunung lumpur yg menumpuk lebih ratusan ton gundukan dan material gulungan likuefaksi (pembuburan tanah) yang terjadi seiring gempa berkekuatan 7,4 SR dan tsunami di Palu, Sigi, Donggala dan ParigiMoutong.

Kini, lebih 4.000 Jiwa penyintas Petobo, telah setahun lebih bermukim di Petobo Atas.

“Kami menyebut area ini sebagai Ranggaravana”, demikian Mama Wulan, salah satu Ibu Rumah Tangga yg ditemui.

Mama Wulan, 1 Ibu dari 4.000 jiwa penyintas yg kini huni HUNTARA dan ratusan PONDOK SENG. Istilah pondok seng ini populer untuk mengidentifikasi jenis hunian mereka yg dibangun dari seng dan sejumlah material bekas likuefaksi Petobo. Masings penyintas yg selamat memang sejak Oktober 2018 secara massal mengambil bekas material bangunan rumahnya yg masih bisa terpakai untuk membangun “pondok seng” nya.

Kini, setelah HUNTARA dihuni, ratusan pondok seng kosong, namun masih terlihat lebih 100an yg berpenghuni, berarti mereka yg tidak masuk ke HUNTARA.

saya pribadi dan warga petobo berharap, itu berita bohong dan belum tentu kebenarannya, ujar Kato M.Rino selaku Ketua Ormas Garuda sekaligus sekertaris forum korban likuifaksi

Ba’da Jum’at tadi, awak media ini tongkrongi kerumunan warga yg berkumpul di pondok salah satu tokoh masyarakat, Kato M. Rino.

“Kami dari tadi pagi ramai, saya terima telpon dari banyak sekali warga. Tadi kami Rapat di Forum Korban Petobo”, Kato M.Rino membuka pembicaraan.

Kesimpulannya, jika benar berita tersebut benar dari uraian Pak Walikota, kami sangat sayangkan. Berita ini meresahkan seluruh warga korban disini. Demikian Kato.

“Warga Petobo sangat harap, berita tersebut tidak benar. Atau pihak wartawan yang salah menangkap uraian Pak Walikota saat beliau berbicara”, sambung Kato M.Rino, Ketua Umum Ormas GARUDA, yang juga Sekretaris Forum Korban Likuefaksi Petobo.

loading…

 

 

“Yang pasti, rapat kami tadi putuskan beberapa hal yakni, segera menemui langsung Pak Walikota, jika beliau membenarkan berita tersebut, maka kami pastikan ambil langkah hukum, karena isi berita tsb yg sudah viral itu, sangat meresahkan bahkan menyinggung harkat dan martabat kami sebagai warga Petobo”, demikian sambung Amu Sumarante, salah satu aktivis Pemuda di Petobo.

“Kami tadi sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat Petobo diketahui maghrib tadi ke rumah Pak Walikota, untuk tanya langsung berita itu, namun beliau sedang ada Podo’a dan langsung ke Tavaili”, ujar Badrudin, tokoh Petobo.

Sampai berita ini naik cetak, Walikota belum bisa dihubungi.

(CR-03)


Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait