Sekolah Lapang Pengolahan Aren Menjadi Gula Semut Dikembangkan di Kabupaten Sigi

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – SIGI, Dalam rangka meningkatkan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) terhadap Kelompok Tani Hutan ( KTH), UPT KPH Kulawi Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar studi sekolah budidaya dan Pengolahan aren menjadi gula semut di desa Tuva Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi.

Penelitian ilmiah yang dibuka oleh KKPH Kulawi Abd Rahman S.Hut, berlangsung selama tiga hari atau sejak tanggal 23 hingga 25  Juli 2019, serta diikuti KTH gula Padaelo Desa Salua Kecamatan Kulawi dan KTH Madecceng Desa Tuva Kecamatan Gumbasa. Kegiatan ini dengan mengahadirkan pemateri dari Team Arenga Leader Indrawanto.

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua Panitia Busranuddin Daeng Masserang, S.Hut, studi lapang budidaya dan pengolahan aren menjadi gula semut ini, merupakan kerja sama antara UPT KPH Kulawi dengan Arenga Indonesia.

Kegiatan ini diharapkan akan mampu menghadirkan industri dalam pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah KPH Kulawi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar hutan.

” Yah semoga saja, melalui program ini kinerja KTH binaan KPH Kulawi akan meningkat dalam upaya pengolahan gula aren di masyarakat, ” kata Busranuddin Daeng Masserang kepada wartawan, Jumat                 ( 30/8/2019).

Apalagi kata Busranuddin, studi lapang ini menggunakan pola lestari, sehingga diyakini akan membuka peluang usaha bagi masyarakat dalam pengelolaan hasil hutan bukan kayu.

Ia juga menambahkan bahwa salah satu program Kementerian Kehutanan yang saat ini digenjot kegiatannya adalah mensukseskan terbentuk dan berkembangnya Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Sehingga dituntut peran dan campur tangan KPH dalam upaya meningkatkan kinerja KTH-KTH binaan agar ada kesatuan dalam pengelolaan hutan terkecil sasuai fungsi pokok dan peruntukannya yang dapat dikelola secara efisien dan lestari.

” Intinyanya ingin menjamin terwujudnya kelestarian fungsi dan manfaat hutan baik dari aspek ekonomi, ekologi maupun sosial,” tandas Busranuddin.

Kegiatan tersebut kata Busranuddin, diakhiri dengan pemberian bantuan alat kelola aren menjadi gula semut oleh Kasi Program Muh.Guntur Tayeb, S.Hut.Msc

Penulis : Agus Gerbek

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait