Spesialis Perampasan Hand Phone (HP) Di Palu, Akhirnya Bisa Ditangkap Ditreskrimum Polda Sulteng

Ditreskrimum Polda Sulteng, Kombes Pol. Novia Jaya, SH, M.Si saat konferensi pers di Polda Sulteng didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng dan Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sulteng, Kamis (9/7/2020). FOTO : IST
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PALU, Pariwaraku.com – Akhir-Akhir ini lagi marak terjadi perampasan Hand Phone yang terjadi di beberapa Lokasi di Wilayah Kota Palu. Ditreskrimum Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil menangkap pelaku spesialis perampasan Hand Phone (HP) yang selama ini sangat meresahkan masyarakat.

Hal diungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulteng Kombes Pol. Novia Jaya, SH, M.Si dihadapan media dalam konferensi pers di Polda Sulteng didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng dan Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sulteng, Kamis (9/7/2020).

Bacaan Lainnya

Novia Jaya menjelaskan dua pelaku inisial AD (18 th) alamat BTN Kabonena Palu dan MAH (18 th) alamat BTN Baliase Marawola Kab. Sigi adalah pelaku specialis perampasan handphone terhadap korban yang rata-rata adalah wanita yang sedang berkendara sepeda motor disaat melintasi jalan-jalan yang sunyi.

“Berdasarkan pengakuannya ada 33 tempat kejadian perkara (TKP) perampasan atau jambret HP yang dilakukan, tidak hanya di wilayah Kota Palu, tetapi juga merambah ke wilayah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong,” ujarnya.

Dikatakan, pelaku ditangkap tim jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng pada tanggal 21 dan 25 Juni 2020 terkait dengan kasus perampasan HP di Jalan Durian Palu yang terjadi pada tanggal 22 Mei 2020. Dari sinilah sehingga terungkap 33 TKP lainnya.

Menurutnya, hasil rampasan HP oleh pelaku langsung dijual baik kepada perorangan yang membutuhkan HP maupun yang dijual ke Counter jual beli HP bekas dengan harga bervariasi antara 500 ribu sampai dengan Rp1 Juta tergantung kondisi HP. Inilah yang telah diupayakan tim penyidik dan sampai saat ini baru terkumpul 22 buah HP.

“Modus yang dilakukan adalah pelaku sudah mensurvey jalan-jalan yang sunyi dan disaat melihat ada sasaran, langsung dibuntuti dengan naik sepeda motor. Kemudian dipepet dan langsung dirampas baik tas atau korban saat menggunakan HP nya, kemudian melarikan diri,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, ada modus yang dibuntuti, dipepet kemudian ditendang korban hingga jatuh. Selanjutnya, tasnya dirampas. Penyidik menjerat tersangka dengan pasal 365 ayat (2) KUHP subsider pasal 362 KUHP dengan ancaman penjara 9 tahun.

“Dia menghimbau kepada masyarakat untuk hati-hati membeli HP bekas, terlebih pemilik counter jual beli HP bekas, karena bisa jadi mereka juga akan kita jerat dengan pasal persekongkolan jahat atau penadah,” tutupnya.

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait