Setelah 3 Orang Tersangka Suap Jembatan Palu IV Di Tetapkan Kejati, Lantas Siapa Lagi?

Aspidsus Kejati Sulteng, Edward Malau mengumumkan tersangka dugaan suap pembayaran utang jembatan Palu IV, dalam jumpa pers di Aula Baharudin Lopa, Kantor Kejati Sulteng, Rabu (26/8/2020). [Foto: Ikram]
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Palu, Pariwaraku.com – Setelah melalui proses pemeriksaan yang cukup panjang, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), akhirnya mengumumkan tiga orang tersangka kasus dugaan suap pembayaran utang pembangunan jembatan Palu IV (Jembatan Ponulele).

Pengumuman tersangka tersebut disampaikan Assisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulteng, Edward Malau, SH, MH dalam jumpa pers di Aula Baharudin Lopa, Kantor Kejati Sulteng, Rabu (26/8/2020).

Bacaan Lainnya

Turut hadir dalam jumpa pers diantaranya, Assiten Intelijen Kejati Sulteng Rahmat Supriadi, SH, MH dan Kasi Penkum Inti Astutik, SH, MH serta sejumlah penyidik.

Ketiga orang tersangka yang ditetapkan sebagai tersangka dua diantaranya dari birokrat di lingkup Pemerintah Kota Palu berinisial ID dan S. Sedangkan satu tersangka berinisial NMR dari PT Global Daya Manungal, selaku rekanan pembangunan Jembatan Palu IV.

“Tiga orang tersangka ini, dua orang dari Pemerintah Kota Palu dan satu orang dari PT Global,” kata Edward Malau, di hadapan sejumlah wartawan.

Edward menyebutkan, meski telah ditetapkan tiga orang tersangka, saat ini penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan ada tersangka lain.

“Kita masih melakukan pegembangan kasus ini dengan memanggil memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan,” ungkap Edward.

Hingga saat ini tambah Edward, sudah 53 orang diperiksa sebagai saksi. Dari tiga tersangka yang sudah ditetapkan, kemungkinan akan ada tersangka lainnya.

Dari semua saksi yang sudah diperiksa tersebut kata Edward, akan dilakukan evaluasi atas temuan-temuan yang diperoleh penyidik untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Nanti akan kita evaluasi temuan apa saja yang diperoleh penyidik, baru kita jalankan proses selanjutnya. Yang pasti kita masih terus menjalankan proses penanganan kasus ini,” ucapnya.

“Kemungkinan tersangka juga akan bertambah,” tegas Aspidsus.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejati Sulteng tengah berupaya mengungkap dugaan tindak pidana korupsi pembayaran utang pembangunan jembatan Palu IV (Jembatan Ponulele) kepada PT Global Daya Manungal (GDM).

loading…

Sebagaimana diketahui, Jembatan Palu IV kini sudah ambruk akibat bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda Kota Palu pada 28 September 2018 silam.


Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait