Rusdy Mastura, Konsolidasi dan Silaturahmi Partai Nasdem Kabupaten Tojo Una-Una

Rusdy Mastura, saat menyampaikan orasi politik pada Konsolidasi dan Silaturahmi Partai Nasdem Kabupaten Tojo Una-Una
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com  – Ampana, Calon Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, meyakini dirinya bisa memenangkan Pilgub di kabupaten Tojo Una-Una setelah melihat respon masyarakat padanya selama berada di kabupaten tersebut.

Hal itu disampaikan Rusdy Mastura, saat menyampaikan orasi politik pada Konsolidasi dan Silaturahmi Partai Nasdem Kabupaten Tojo Una-Una yang berlangsung di Desa Urundaka di Uetoli, Kecamatan Ampana Tete, Senin (20/1/2020) malam.

Bacaan Lainnya

Rusdy Mastura, saat menyampaikan orasi politik pada Konsolidasi dan Silaturahmi Partai Nasdem Kabupaten Tojo Una-Una

“Pada Pilgub tahun 2015 yang lalu, di Kabupaten ini saya menang 60 persen. Insya Allah pada Pilgub yang akan datang, saya kembali mendapat kepercayaan masyarakat di kabupaten ini. Keyakinan ini, setelah saya melihat respon masyarakat pada saya selama berada di sini dan kesungguhan partai Nasdem mengurus semuanya,” ungkapnya.

Mantan Wali Kota Palu dua periode itu juga menyampaikan terima kasihnya pada partai Nasdem kabupaten Tojo Una-Una atas segala hal yang sudah dilakukan hingga saya hadir dan bertatap muka langsung dengan kader partai Nasdem, simpatisan dan masyarakat di kabupaten Tojo Una-Una.

“Malam ini, saya hanya bawa badan saja hadir ditempat ini. Semua sudah disiapkan DPD Partai Nasdem Tojo Una-Una. Karena itu, saya harus berterima kasih pada keluarga besar partai Nasdem, utamanya kepada Ketua DPD,” ungkapnya.

Rusdy Mastura, saat menyampaikan orasi politik pada Konsolidasi dan Silaturahmi Partai Nasdem Kabupaten Tojo Una-Una

Berbagai gagasan disampaikan Rusdy Mastura pada tatap muka tersebut, terutama berkaitan dengan peran pemerintah dalam mengintervensi pasar agar harga komoditas rakyat tidak bergantung pada kehendak pasar.

“Saya tahu, se Sulteng ini orang mengeluhkan harga komoditas. Terutama kelapa. Disitulah paradigma diuji. Jika hanya menyerahkan ke pasar, maka tidak akan ditemukan solusi,” pungkasnya.

Komoditas rakyat baginya, tidak boleh sepenuhnya diserahkan ke pasar. Pemerintah harus hadir untuk menjaga kestabilan harga.

Dia menguraikan, bahwa intervensi itu dilakukan guna menyelamatkan komoditas rakyat. “Orang lupa, bahwa kita punya undang-undang resi gudang. Kalau harga kelapa lagi anjlok, pemerintah gunakan itu,” kata dia bersemangat.

Teori pasar itu harga berkaitan dengan suplay and demand. Ketika suplay banyak harga akan turun. Sebaliknya kata dia, harga akan meroket kalau permintaan banyak sementara suplay sedikit.

“Intervensi itu pemerintah membeli, menggudangkan kelapa, mencari pasar, lalu melepasnya setelah harga membaik. Itu salah satu contoh intervensi,” tutup Rusdy Mastura.

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait