Rumah Tidak Layak Huni, kini Jadi Perhatian Bupati Donggala

Penyerahan secara simbolis buku tabungan kepada masyarakat oleh Bupati Donggala
Bagikan Artikel ini

Pariwaraku.com – Rumah tidak layak huni di Kabupaten Donggala masih menjadi masalah krusial yang dialami oleh masyarakat Donggala. Hal ini tentu memantik upaya pemerintah kabupaten untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa, SH., MH, membuka secara resmi sosialisasi kegiatan perbaikan rumah tidak layak huni berupa bantuan rumah secara swadaya, Selasa (29/06/2021).

Bacaan Lainnya

Dana perbaikan rumah tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Donggala Tahun Anggaran 2021.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Desa Bale dan Guntarano tersebut, turut dihadiri oleh beberapa stakeholder yakni: Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Kesatuan Polisi Pamong Praja, Kepala Cabang BANK Mandiri Kabupaten Donggala, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Sekretaris Dinas Perhubungan Kepala Desa Bale serta Guntarano.

Kepala Dinas Perumahan, kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Donggala Ir. Hj. Happy Sri Handayani Noor, MTP, dalam laporannya, di hadapan Bupati Donggala, menyampaikan bahwa lokasi untuk pembangunan rumah swadaya, ada di 3 (tiga) lokasi yaitu Desa Guntarano Kecamatan Tanantovea 23 unit, Desa Bale 50 unit, dan Desa Masaingi Kecamatan Sindue 50 unit.

Dasar dari pembangunan swadaya tersebut yaitu untuk masyarakat yang dibantu yang berpenghasilan rendah dan rumah akan dibangun rumah sudah terbangun dan terhuni.

“Selamat datang kepada Bupati Donggala dan rombongan untuk melaksanakan sosialisasi”, ucap Camat Tanantovea Drs. Darwis dalam sambutannya.

Selain itu ia juga menyampaikan rasa syukur karena Kecamatan Tanantovea, mendapatkan 70 lebih perbaikan rumah tidak layak huni, yang berupa bantuan rumah secara swadaya.

“Prinsip bantuan rumah swadaya antara lain: masyarakat pelaku utama, dilaksanakan ditahun anggaran berjalan, tanggung renteng gotong-royong berkelanjutan dan bantuan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat”, jelas Kasman dalam isi sambutannya.

Kriteria penerima yaitu masyarakat yang terdampak bencana, berswadaya dan membentuk KPB dengan pernyataan tanggung renteng serta memiliki kartu tanda penduduk (KTP)

Bupati Kasman Lassa juga manruh harap kepada masyarakat penerima bantuan, agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya dan digunakan sesuai dengan peruntukkannya.

Diakhir acara, secara simbilos Bupati menyerahkan buku tabungan kepada masyarakat penerima bantuan rumah swadaya Desa Bale dan Guntarano.

Penulis: Lili (Humas Kab. Donggala)


Bagikan Artikel ini

Pos terkait