Rombongan Terakhir Kontingen Sulteng Tinggalkan Bumi Cendrawasih

Bagikan Artikel ini

Pariwaraku.com – Rombongan terakhir kontingen Sulteng yang usai bertaruh harga diri di pesta terakbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Minggu 17 Oktober 2021 meninggalkan Bumi Cendrawasih.

Rombongan ini membawa sekeping emas dari atlet Taekwondo Abdul Rahman Darwin, 5 medali perak diraih oleh Jefry Johanes Wuaten atlet Binaraga, Firilia Dinisa atlet Taekwondo dari atlet Taekwondo yang turun di nomor Poomsae Beregu Abdul Rahman, Rafik Fitra dan Johansen Vicensen, atlet atletik, Noveldi Petingko serta Ardin Wiranata atlet biliar.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021

Sementara 6 medali perunggu dipersembahkan oleh skuad Takraw Putri, Nur Ismi Chikita, Widya Andrini, Filda Feronika dan Mauren, Rio Riski Darmawan/Ahmad Tarmizi Dayung Rowing, Karateka Yuningsih Christiana Masoara dan Nikita Syahran serta Pembalap Carlos Demelos.

Sejuta asa dan harapan yang ditambatkan rakyat Sulteng, telah mereka tunaikan.

Kini saatnya duta-duta olahraga ini harus pulang kampung, setelah bertaruh harga diri dan nama besar Provinsi Sulteng diajang bergengsi empat tahunan. Sebelumnya memang, sebagian kontingen termasuk atlet, pelatih dan oficial telah ĺebih dulu meninggalkan Tanah Papua.

Ketum KONI Sulteng Moh Nizar Rahmatu yang memimpin kepulangan rombongan terakhir, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat Papua atas sambutan dan pelayanan terhadap kontingen Sulteng selama mengikuti PON XX.

“Terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Gubernur Sulteng H Rusdi Mastura dan Wakil Gubernur Ma’mun Amir serta seluruh masyarakat yang tak pernah peluh memberikan motivasi, doa dan dukungan kepada atler-atlet Sulteng,” paparnya.

Nizar pun mengapresiasi perjuangan yang telah dilakukan, baik para atlet maupun pelatih serta oficial dalam mengharumkan nama Provinsi Sulteng.

Meski posisi Sulteng masih bertengger di peringkat 29 dalam perolehan medali, namun dari beberapa atlet yang berlaga, telah menorehkan prestasi dan sejarah baru bagi olahraga Sulteng. Sekalipun hanya dalam tenggang waktu dua bulan menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) serta dalam situasi pandemi, ditambah Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tidak mengendorkan semangat atlet -atlet Sulteng untuk tampil maksimal di PON Papua.

Rombongan terakhir ini akan nginap semalam di Kota Makassar, lalu keesokan harinya atau Senin 18 Oktober 2021, melanjutkan penerbangan menuju Kota Palu. Selamat tinggal Tanah Papua, Torang Bisa. PAKAROSO.

Penulis : Agus Manggona


Bagikan Artikel ini

Pos terkait