Ridha Saleh Mendatangani Pernyataan Sikap Bersama Koalisi Tolak Tambang

Bagikan Artikel ini

Pariwaraku.com – Mencegah dampak lingkungan pengolahan tambang emas PT. Trio Kencana diwilayahnya, Kepala Desa Tada Selatan, Kecamatan Tinombo Selatan, bersama Koalisi Tolak Tambang Aliansi Rakyat Tani. Senin (7/02/2022)

Kades Tada Selatan Mohamad Irfain menyampaikan dalam orasinya di hadapan masa aksi, “Aksi kami ini aksi yang sekian kalinya turun ke jalan, dari jauh hari kami menyatakan sikap menolak, bahwa kami ingin izin PT Trio Kencana dicabut atau lahan konsesinya dihapus di tiga kecamatan ini'” tegasnya

Setelah bubarnya masa aksi dengan tertib media ini langsung menghapiri dan melakukan wawancara langsung kepada Kades Tada Selatan di lokasi aksi, tepatnya di Desa Kasimbar Utara, Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong. Senin (7/02/2022)

Kata dia, hal ini pernah disampaikannya di Kantor DLH Parimo sekitar tahun 2020/7/28
di sana kami membahas tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Ia menjelaskan ke media ini, “Kalau Melihat dari sistem pengolahan pertambangan emas dalam (Amdal) PT Trio Kencana tersebut, akan menggunakan sistem Open Ground atau sistem secara terbuka, jika kegiatan pertambangan itu dilakukan, hal tersebut akan berdampak negatif dan akan menimbulkan limbah dengan skala besar, serta merusak kualitas air untuk pengairan persawahan masyarakat di desa-desa Daerah Irigasi Tada (DIT) ,” ucap Irfain

Disamping itu Irfain juga menjelaskan bahwa,” di dokumen Amdal saya membaca, disini akan dilakukan pembersihan atas lokasi yang besar-besaran, berarti ada pengupasan tanah dan penebangan pohon dalam artian akan dilakukan penggundulan hutan pada proses pembersihan itu.

Hari ini gubernur telah menyatakan sikap bersama di hadapan masa aksi melalui via telpon milik Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tengah Ridha Saleh dan kita mendengar langsung apa ucapan Gubernur Sulteng.

Lanjut Mohamad Irfain, “pernyataan itu akan menjadi pegangan pihaknya bersama teman-teman Koalisi Tolak Tambang Aliansi Rakyat Tani, dan juga staf ahli Gubernur Sulteng juga telah menandatangani surat pernyataan dilengkapi materai. Maka Koalisi Tolak Tambang Aliansi Rakyat Tani, akan menunggu realisasi janji tersebut.

“Jika Gubernur Sulteng nantinya tidak datang pada Minggu 13 Februari 2022 untuk menemui masyarakat seperti janji beliau. Maka besar kemungkinan seluruh elemen masyarakat ditiga kecamatan ini akan berkonsolidasi melakukan aksi yang lebih besar lagi,” tandas Irfain.

Sementara itu, Koalisi TolakTambang Aliansi Rakyat Tani Kecamatan Kasimbar, Muh. Chairul Dani mengatakan, usai aksi itu akan dilakukan pertemuan dengan perwakilan gabungan tiga kecamatan, untuk menentukan lokasi tempat pertemuan Gubernur Sulteng dengan masyarakat nantinya.

“Hasil evaluasi kami untuk pertemuan Gubernur Sulteng dan masyarakat tani akan di pusatkan di Kecamatan Tinombo Selatan tepatnya di titik nol (Tugu Khatulistiwa) yaitu Desa Khatulistiwa.” Tutupnya

Penulis : Ardi Menyeee


Bagikan Artikel ini

Pos terkait