Polda Sulteng Turunkan 487 Personel Dalam Operasi Patuh Tinombala

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Dalam Pelaksanaan Operasi Patuh Tinombala 2019 yang dimulai hari ini Kamis, (29/8) secara serentak, Polda Sulteng menurunkan sebanyak 487 personel.

Operasi akan berlangsung selama 14 hari kedepan. Kapolda Sulteng Brigjen Pol Drs. Lukman Wahyu Hariyanto menegaskan, bahwa dalam pelaksanaan operasi Patuh Tinombala, personel yang bertugas bekerja sesuai amanat undang-undang no. 22 tahun 2009.

Bacaan Lainnya

Yang dimana dalam undang-undang tersebut mengatur tentang peraturan lalu lintas dan angkutan jalan. Di antaranya mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalulintas (kamseltibcarlantas), meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, dan membangun budaya tertib berlalulintas.

setidaknya terdapat 12 jenis pelanggaran yang menjadi target dari operasi kali ini, yaitu:

  1. Melawan arus
  2. Berkendara di bawah pengaruh alkohol
  3. menggunakan ponsel saat berkemudi
  4. Tidak menggunakan helm SNI
  5. Mengemudikan kendaraan, tidak menggunakan sabuk pengaman
  6. Melebihi batas kecepatan
  7. Berkendara dibawah umur (tidak memiliki SIM)
  8. Berkendara roda dua atau empat yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan standar
  9. kendaraan bermotor dan roda empat atau lebih yang tidak memenuhi syarat laik jalan
  10. berkendara sepeda motor dengan berboncengan tiga orang
  11. kendaraan roda dua dan empat tidak dilengkapi SIM dan STNK
  12. Kendaraan bermotor yang memasang roator dan sirine yang bukan diperuntukannya
Adapun denda tilang Setelah mengetahui macam-macam pelanggaran lalu lintas, pengendara kendaraan bermotor juga wajib mengetahui berapa besaran denda tilang yang harus dibayarkan.
1. Jika mengakibatkan gangguan pada fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan. Denda Rp 250.000.

2. Tidak dapat menunjukkan surat izin mengemudi (SIM), denda Rp 250.000.

3. Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak memiliki SIM, denda Rp 1 juta.

4. Kendaraan bermotor tidak dilengkapi dengan STNK yang ditetapkan, denda Rp 500.000.

5. Kendaraan tanpa pelat nomor yang lengkap, denda Rp 500.000.

6. Tidak mengenakan helm dan sabuk pengaman, denda Rp 250.000.

7. Memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan lalu lintas, denda Rp 500.000.

 

Sumber/Editor : Tribunpalu.com/D’Sun

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait