Polda Sulteng Buat Himbauan Agar Perampasan Kamera Wartawan Tidak Terulang

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Peristiwa perampasan kamera wartawan TVRI Sulteng pada saat melakukan peliputan aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa kota Palu Rabu (25/9) mengundang protes dan keberatan para jurnalis di Kota Palu Sulteng. Bahkan mereka melalui pemrednya masing-masing mengancam untuk boikot pemberitaan tentang Kepolisian.

Menyikapi hal tersebut Kapolda Sulteng melalui Kabidhumas Polda Sulteng mengatakan “Kami sangat prihatin dan atas nama Polda Sulteng memohon maaf baik kepada pribadi wartawan yang bersangkutan, kepada TVRI Sulteng dan lembaga yg mengayomi para jurnalis (AJI/IJTI/PWI) atas sikap dan prilaku oknum Briptu J sehingga menghambat tugas-tugas jurnalis” ucap Kabidhumas Polda Sulteng Akbp Didik Supranoto.

Bacaan Lainnya

“Bapak Kapolda Sudah juga sudah perintahkan Kabidpropam untuk segera periksa oknum Briptu J hari Sabtu kemarin (28/9) saat coffe morning bersama PJU.”
Saudara Rian selaku korban hari Senin (30/9) juga akan dipanggil dan diperiksa Bidpropam.”

“Untuk menhaga agar kasus tidak terulang kembali Polda Sulteng telah mengeluarkan Surat Telegram yang berisi himbauan kepada jajaran Polda Sulteng antara lain ditegaskan satu untuk menghormati dan memberikan kesempatan kepada jurnalis melakukan peliputan krn tugas mereka dilindungi UU, kedua tidak menghambat atau menghalang-halangi tugas jurnalis dengan melakukan perampasan alat dan menghapus hasil liputan, ketiga tindakan point dua merupakan pidana dg ancaman penjara paling lama 2 tahun dan denda paling tinggi Rp 500 jt.” Tegas Didik.

Undang Undang No.40 tahun 1999 tentang Pers ini tidak hanya diperuntukkan kepada aparat keamanan, tetapi juga kepada masyarakat umum,” tutup mantan Kapolres Kolaka ini.

 

 

Uploader : D’Sun

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait