Inspiratif untuk Negeri
Iklan Banner Artikel Atas gambar (800×100)
Iklan Dalam Artikel Bawah Foto bagian atas (800×100)

Pilwalkot Palu Dalam Pandangan Partai Demokrat

0 876

Pariwaraku.com – Sejak bergulir diskusi politik yang menghadirkan para kandidat atau bakal calon walikota Palu di kantor DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), saya selaku Sekertaris banyak diapresiasi positif, tapi tidak sedikit juga yang mengkritisi tajam bahkan membully beranda medsos saya.

Demokrat dianggap curi start, saya dituduh mengabaikan internal partai dan lain sebagainya. Tetapi sebagai politisi, saya anggap itu sebagai nutrisi yang semakin menguatkan saya dan membesarkan Partai Demokrat. Baiklah saya jelaskan pelan-pelan.

Banner Iklan Dalam Berita

Dalam pandangan Partai Demokrat, Pemilihan Walikota (Pilwakot) Palu bukanlah sekadar pesta demokrasi milik warga Kota Palu, bukan pula hanya menjadi bagian integral demokrasi nasional tetapi menjadi bagian dan milik dunia internasional.

Kenapa? karena peristiwa yang memilukan dan menewaskan banyak manusia dan memporak porandakan Kota Palu telah menyedot perhatian dunia internasioanal. Mulai dari kepala negara dari berbagai belahan dunia yang bersimpati dan memberikan bantuan dalam jumlah miliaran rupiah, relawan dan organisasi kemanusiaan dunia sampai dengan Sekjen PBB datang memberi bantuan.

Lantas apa yang kita saksikan sampai saat ini? Kita masih berkutat dengan data base dan ribuan argumentasi sebagai apologi atas ketidakmampuan pemerintah daerah, pusat dan negara atas penanganan bencana kemanusiaan ini. Dan, kita hanya bisa menggerutu, mencaci maki dan menangis menyaksikan puluhan ribu korban bencana yang menatap nanar kepastian hidup dan masa depannya.

Suatu ketika saya menanyakan kepada relawan sebuah organisasi dunia, dia orang Aceh saat transit di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Kenapa bantuan dunia internasional yang kalau dikalkulasi jumlahnya mencapai angka trilyunan rupiah itu, tak jelas juntrungannya?

Dengan senyum ramah dia menjawab “bapak, bantuan itu tak berupa uang seluruhnya, tetapi yang paling banyak adalah bantuan material dan konsep pembangunan recovery dan rencana pembangunan Kota Palu masa depan. Masalahnya ada pada kelambatan respon pemerintah. Dunia internasional sangat profesional soal-soal seperti ini” sambil tangannya memeluk bahu saya. Dia tau saya orang Palu yang lagi sensitif.

Dari uraian diatas tergambar soal bobroknya birokrasi kita dan lemahnya menejerial kepemimpinan para pemangku kebijakan. Itulah kenapa dalam starting awal tulisan saya bahwa Pilwalkot Kota Palu menjadi bagian dari perhatian dunia internasional.

Sejak puluhan tahun lalu alam Kota Palu telah memberi sinyal bahwa Palu rentan bencana tapi kita abai soal itu. Apakah kita akan mengulangi lagi kelalaian kita? Dan mewarikan kealpaan kita pada anak cucu kita kelak? Paling tidak dalam Pilwalkot kali ini akan menjadi kecerdasan kolektif kita dalam memilih walikota Palu.

Pemindahan Ibukota telah menjadi surga buat kita, paling tidak itu yang saya tangkap dari pemberitaan, diskusi, talk show para pakar. Tapi bagi saya kita juga harus memikirkan dampak negatif dari pembangunan ibukota baru bagi Kota Palu.

Terbayang tidak, berapa juta metrik ton pasir dan bebatuan yang akan hilang dari sungai dan bebukitan di Kota Palu. Apakah ini tidak berdampak besar bagi ekosistim kehidupan? Sekarang saja jika musim penghujan banjir bandang dari bebukitan Gawalise setiap saat mengancam kehidupan warga yang ada di sekitar poros jalan Palu – Donggala. Begitu kompleks masalah Kota Palu, maka bagi Partai Demokrat pada Pilwakot Palu 2020 bukan sekadar menggugurkan perintah Undang-undang sebagai siklus lima tahunan dalam pesta demokrasi. Tetapi menjadi fundamental bagi kepentingan warga Kota Palu ke depannya.

Petunjuk organisasi Partai Demokrat terhadap Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia Insya Allah bulan depan sudah ditandatangani Ketua Umum dan Sekjen dan akan menjadi panduan organisasi di masing-masing tingkatan.

Diskusi politik yang digulirkan DPD khusus Kota Palu adalah bagian dari implementasi pemikiran Partai Demokrat untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas dan tidak sekedar menang dan kalah, atau bagi bagi kue kekuasaan dalam kontestasi Pilwakot.

 

Oleh : Abd Razak BM Radjak (Sekertaris DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah)

- Iklan -

- Iklan -

Komentar Anda :