Peringati Setahun Bencana Sulteng, Umat Kristen Kota Palu Gelar Doa Bersama

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Ribuan umat Kristen dari berbagai denominasi Gereja se Kota Palu akan menggelar doa bersama di Lapangan GOR Jalan Moh. Hatta pada hari Kamis (26/9/2019), dengan tujuan agar terjadi transformasi di berbagai bidang setelah bencana yang terjadi di Palu, Sigi Dan Donggala pada 28 September yang lalu.

Ketua Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injil Indonesia (PGLII) Sulteng, Yewin Chandra mengatakan Umat Kristen harus meningkatkan doa agar upaya pemulihan dan pembangunan kembali Kota Palu.

Bacaan Lainnya

Doa bersama bertema “Palu Kota Bersinar dan Terang” dimana semua umat Kristen diajak untuk melakukan refleksi diri dan tunduk untuk merendahkan diri serta mengakui kebesaran Allah atas alam semesta.

“Kami mengharapkan pimpinan-pimpinan gereja tanpa memandang denominasi untuk bersama-sama dalam kasih, hadir bersinergi menjadi satu tubuh untuk berdoa bagi Bangsa Indonesia khususnya wilayah terdampak gempa, tsunami dan likuefaksi di Sulteng,” jelasnya.

Dalam acara doa bersama akan dipimpin oleh sejumlah Pendeta dari berbagai gereja, serta khotbah yang dihadiri dua pembicara dari Jakarta yaitu Pdt Daniel Panji dan Pdt. Dr Ronny Mandang, M.Th.

Acara juga akan dimeriahkan dengan puji-pujian dengan lagu-lagu Rohani yang akan ditampilkan oleh penyanyi dan kelompok band dari gereja-gereja di Kota Palu.

Yewin juga meyakini, dengan dukungan doa umat, segala upaya yang dilakukan pemerintah dan berbagai pihak untuk membangun kembali masyarakat dan kawasan yang luluhlantak ini, Kota Palu akan bertransformasi kembali menjadi ‘Kota Terang dan Bersinar’ yang artinya sejahtera dan kemuliakan nama Tuhan.

Menurutnya, Kota Palu akan mengalami transformasi di berbagai sektor kehidupan bila semua umat kembali ke jalan yang benar dan berdoa meminta anugerah dan kasih karunia Tuhan.

“Tanpa pertobatan dari jalan-jalan manusia yang jahat, tidak mungkin terjadi pemulihan kota dan bangsa ini. Pertobatan akan terjadi bila orang-orang kudus terus menaikkan doa dan penyembahan kepada Tuhan,” tambahnya.

 

 

Sumber/Editor : Antara/D’Sun

 

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait