Penguatan Kapasitas Remaja Tentang Gender, Sikola Mombine Laksanakan Balai Belajar Kampung

Bagikan Artikel ini

Pariwaraku.com – Isu soal gender dan bentuk-bentuk diskriminasi terhadap perempuan masih menjadi topik krusial yang diperbincangkan di mana-mana. Di Batusuya, Kabupaten Donggala, misalnya. Terdapat satu kelompok belajar yang dinamakan Balai Belajar Kampung yang rutin melaksanakan kegiatan diskusi dengan topik serupa yakni “Gender dan Bentuk-bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan”.

Kegiatan yang diikuti oleh 18 peserta antara lain: 13 orang perempuan dan 5 orang laki-laki ini bertempat di Balai Belajar Kampung Santuvini, Batusuya.

Bacaan Lainnya

Kepada Pariwaraku.com, Nur Safitri Lasibani menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya Balai Belajar Kampung adalah sebagai wadah pembelajaran untuk menguatkan kapasitas dan pemahaman perempuan terkait konsep dasar gender dan bentuk-bentuk diskriminasi serta memperkuat fungsi layanan ramah perempuan berbasis komunitas di Desa Batusuya, Kab. Donggala”.

Erfin Sudin (Sekretaris SATGAS PPA Kab. Donggala) sebagai fasilitator memberikan penjelasan dan pemahaman kepada peserta mengenai perbedaan antara Seks dan Gender serta memberikan penjelasan mengenai bentuk-bentuk ketidakadilan gender.

Kedua hal inilah yang menjadi isu dalam kegiatan ini. Fasilitator dan peserta juga saling memberikan input mengenai contoh-contoh nyata yang terjadi di lingkungan sekitar sehingga pembelajarannya menjadi lebih kontekstual.

Secara umum, peserta mendapatkan pemahaman terjadi materi yang disampaikan oleh fasilitator.

“Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, hal ini dapat dilihat dari keikutsertaan peserta yang mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Peserta juga aktif bertanya dan memberikan umpan balik”, ujar Nur selaku Direktur Sikola Mombine.

Kegiatan BBK (Balai Belajar Kampung) yang diselenggarakan di Batusuya (22/02/21) ini sangat relevan dengan isu yang akan di advokasi terkait GBV (Gender Based Violence) nanti, yaitu menguatkan Satgas PPA di level desa. Namun, sebelum mencapai hal tersebut perlu adanya kesadaran dan pemahaman kepada warga mengenai gender itu terlebih dahulu.

Dari sisi pelaksanaan kegiatan berjalan tepat waktu begitu pun durasi kegiatan juga telah sesuai dengan jadwal. Harapan besar dari peserta agar fasilitator dapat membuat kegiatan lanjutan serta bisa melibatkan lebih banyak orang lagi sebagai peserta.

“Secara organisasi, Sikola Mombine diharapkan memberikan pendampingan dan menguatkan pemahaman terhadap peserta terkait 7 materi dasar Balai Belajar Kampung. Hal ini penting agar transformasi pengetahuan tersebut tuntas diperoleh oleh peserta. Artinya, secara internal Sikola Mombine, perlu mengagendakan pertemuan lanjutan yang intensif hingga beberapa bulan ke depan hingga penguatan SATGAS PPA Desa Batusuya”, Pungkas Direktur Sikola Mombine.


Bagikan Artikel ini

Pos terkait