Pemprov Sulteng Usulkan Pembangunan Tol Tambu-Kasimbar

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah mengusulkan salah satu program strategis berupa pembangunan jalan tol Tambu Kasimbar dalam rancangan teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Program tersebut sudah disampaikan Gubernur lewat Kepala Bappeda Sulteng, Hasanuddin Atjo, dalam pertemuan Gubernur se Sulawesi dengan Bappenas RI, di Manado bulan Agustus 2019.

Dalam surat kepada Presiden Joko Widodo Nomor 601/421/Bappeda tertanggal 2 September 2019 tentang pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM mendukung pemindahan ibu kota dan pembangunan kembali Sulteng pascagempa, gubernur mengusulkan lima program strategis lainnya setelah pembangunan jalan tol Tambu-Kasimbar.

Bacaan Lainnya

Gagasan pembangunan jalan tol Tambu Kasimbar sepanjang 20-25 kilometer yang akan menghubungkan wilayah pantai barat dan pantai timur Provinsi Sulteng itu, bukan tanpa alasan. Mengingat Presiden Jokowi sudah menetapkan pemindahan ibu kota baru ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang lokasinya berhadapan langsung dengan Provinsi Sulteng. Maka dengan terbangunnya jalan tol Tambu Kasimbar, ditargetkan akan menjadi gerbang penghubung antara ibu kota baru dengan Kawasan Timur Indonesia (KTI) yakni Papua, Maluku dan Maluku Utara dengan Sulteng sebagai episentrumnya.

Hasanuddin Atjo menjelaskan, pembangunan jalan tol Tambu-Kasimbar yang diintegrasikan dengan pembangunan pelabuhan feri di dua desa itu memiliki fungsi strategis untuk memperlancar dan efisiensi ongkos transportasi dari ibu kota baru NKRI ke kawasan timur Indonesia atau sebaliknya.

“Sudah pernah ada kajian bahwa rute angkutan ini akan lebih efisien hingga 40 persen dibanding mengikuti jalur tradisional yang memutar lewat selatan Sulawesi (Makassar) atau Bitung di utara Sulawesi baru ke Kalimantan Timur,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol Tambu-Kasimbar dan pelabuhan feri di dua lokasi tersebut sangat strategis untuk memicu pertumbuhan ekonomi di kawasan Sulawesi, utamanya Sulawesi Tengah, sehingga daerah ini akan lebih cepat kemajuannya pascabencana alam 28 September 2018.

Kepala Satuan Kerja II Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IV Ibnu Kurniawan pada kesempatan terpisah mengatakan bahwa Kementerian PUPR sudah dua tahun ini menangani pemeliharaan jalan provinsi Tambu-Kasimbar karena menjadi alternatif utama pengganti jalur trans Sulawesi Tawaeli-Toboli bila terjadi hambatan lalulintas.

“Ruas Tawaeli-Toboli sejak beberapa tahun terakhir ini mendapat peningkatan sehingga arus lalulintas harus ditutup pada waktu-waktu tertentu untuk kelancaran pekerjaan. Saat penutupan ini, arus lalulintas dari arah utara ke Palu atau sebaliknya bisa melalui ruas Tambu-Kasimbar,” ujarnya.

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait