Pembangunan Jalan Layang Pantoloan Dipercepat

Sumber Foto : AntaraSulteng
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Jalan layang Pantoloan sepanjang 906 meter sedang dibangun untuk memperlancar arus lalulintas Trans Sulawesi sehubungan dengan pengembangan KEK Palu di Kelurahan Pantoloan yang akan memiliki akses langsung dengan Pelabuhan Pantoloan yang memotong jalan trans Sulawesi.

Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Sulawesi Tengah, berupaya untuk mempercepat pembangunan jalan layang (flyover) di Kelurahan Pantoloan, Kota Palu.  Hal ini dilakukan agar proyek strategis bisa selesai tepat waktu. salah satu upaya akselerasi ini merupakan pangalihan arus lalulintas tidak lagi melintas di lokasi jalan Nasional yang sedang dalam pembangunan jalan layang tersebut.

Bacaan Lainnya

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Fly Over Pantoloan Aldino Angga mengatakan pengalihan jalur itu hanya sebagian kecil saja guna menghindari kendaraan masuk ke area proyek karena bisa saling mengganggu. pihaknya juga sudah menyiapkan jalur dan pengalihan dan diharapkan tidak menghambat arus lalulintas di sekitar proyek sehingga para pekerja leluasa untuk mengerjakan proyek itu.

Mulai 1 September 2019 kemarin, lalulintas dari arah Kota Palu ke Kabupaten Toli-toli dialihkan ke pertigaan jalan Trans di Vinase, melalui jalan Tompotika, jalan Sabande dan keluar ke jalan Trans di samping kantor Karantina Hewan Provinsi Sulteng

Sedangkan arus lalulintas dari arah Kabupaten Tolitoli ke Kota Palu dialihkan ke Jalan Sabande di samping Kantor Karantina Hewan, ke Jalan Mangu i Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Jalan Sarumbona lalu keluar ke pertigaan jalan trans Vinase.

Ia juga mengatakan bahwa pengalihan jalur lalulintas tersebut sudah mendapat persetujuan instansi yang terkait seperti Dinas Perhubungan dan Kepolisian.

Aldino juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat pengguna jalan dalam masa pembangunan jalan layang tersebut.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan lalulintas sehubungan pengalihan arus lalulintas ini,” ujar Dino.

Dino menjelaskan bahwa pembangunan jalan layang yang dibiayai APBN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp85 miliar dan dikerjakan PT. Pacifik Nusa Indah ini harus selesai akhir 2019.

“Masa kontraknya hanya 161 hari atau sekitar lima bulan terhitung awal kontrak 24 Juli 2019, jadi perlu percepatan agar bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.

 

Sumber/Editor : AntaraSulteng/D’Sun

 

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait