Pelatihan Pelatih Sepakbola di Parimo Resmi Ditutup, 30 Peserta Lulus Dapat Lisensi D

Bagikan Artikel ini

Pariwaraku.com – Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan Pelatihan Pelatih Sepakbola Parigi Moutong tahun 2022, dan semuanya lulus mendapatkan sertifikat Lisensi D.

Sebelum ditutup kegiatan Pelatihan Pelatih Sepakbola, terlebih dahulu dilaksanakan pertandingan uji coba untuk menyeleksi Atlit terbaik sepakbola yang dipersiapkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Banggai.

Kegiatan Pelatihan Pelatih Sepakbola ditutup secara resmi oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong Faisan Badja (27/3) sore.

Ditengah guyuran hujan deras saat menutup kegiatan, Ketua KONI Parimo memberikan apresiasi yang setinggi tingginya atas suksesnya kegiatan Pelatihan Pelatih Sepakbola yang di gelar dari tanggal 21-27 Maret 2022.

Kata Faisan, semoga ilmu yang telah didapatkan bisa tersalurkan kepada generasi berikutnya utamanya kepada anak anak usia dini untuk dilatih menjadi Pesepakbola profesional yang bisa membanggakan daerah.

“KONI Kabupaten Parigi Moutong mendukung sepenuhnya kegiatan Olahraga apa saja yang dilakukan oleh Pemerintah,”Ucapnya.

Lanjut Faisan, dengan hadirnya para Pelatih Sepakbola yang telah dilatih oleh Pelatih Nasional, maka membuka ruang seluas luasnya untuk mencari bibit bibit sepakbola andalan yang diharapkan bisa memperkuat dan membawa nama baik Kabupaten Parigi Moutong khususnya pada Porprov Sulawesi Tengah yang direncanakan di bulan November di Luwuk Kabupaten Banggai, dan juga untuk menuju Sulteng Emas 2024 di Provinsi Nagroh Aceh Darussalam.

“Kepada para Pelatih sepakbola yang mendapatkan Lisensi D saya ucapkan selamat, dan juga khusus bagi yang mendapatkan Rekomendasi dari Coach Hanafing dan Budi Aswin nanti untuk melanjutkan ke Lisensi C saya ucapkan selamat. semoga prestasi yang telah diraih dapat bermanfaat bagi kemajuan olahraga di Sulawesi Tengah khususnya di Kabupaten Parigi Moutong,”Terangnya.

Sementara itu Pelatih/Coach Nasional Hanafing dalam sambutanya mengatakan, semua dasar dasar sepakbola untuk anak anak pemula telah ia ajarakan kepada seluruh Pelatih, tinggal kembali lagi kepada diri para pelatih masing masing, setelah kursus apa yang akan dilakukan di Wilayah Kecamatanya. Karena menurutnya pelatihan/kursus hanya sebagai pondasi awal ketika bekerja sebagai profesi pelatih.

“Setelah kita kembali ke Klub masing masing, maka disinilah proses yang sebenarnya, karena di Klub kita punya waktu yang panjang untuk membina anak anak muda kita atau telenta telenta muda di wilayah kita masing masing,”Ingatnya.

“Kita lihat tadi anak anak kita bermain atau sparing bola, secara teknik mereka sudah cukup baik, artinya mereka punya bakat sepakbola yang baik tetapi pengetahuan sepakbolanya yang masih kurang. Dalam Choaching prosses sudah saya sampaikan, bahwa sepak bola hanya ada 3 yaitu menyerang, bertahan dan transisi. Organisasinya yang belum terlihat, hanya bisa memperlihatkan kemampuan bakat saja,”Tambahnya.

Lanjut Hanafing, jika anak anak latihan dibiarkan begitu saja maka penilaian pribadi masih jauh tertinggal dengan daerah atau Provinsi yang sudah mendapatkan pelatihan yang tinggi.

Bupati Parigi Moutong H Samsurizal Tombolotutu menghimbau kepada para pelatih yang telah berlisensi D untuk segera membentuk tim sepakbola dan melatih bibit bibit sepakbola di Kecamatannya.

“Tolong hubungi pak Camatnya masing masing. Apa kekurangan lapor ke saya,”Ucapnya.

Sambung Bupati Samsurizal, pertandingan uji coba dilaga penutup pada Pelatihan Pelatih Sepakbola yang dimainkan oleh keseblasan terbaik yang direkrut dari masing masing Kecamatan merupakan seleksi untuk menjadi tim pada Porprov di Luwuk Banggai mendatang.

“Untuk Cabor sepakbola persiapan Porprov di Banggai, saya minta dilatih di lapangan Dusunan Tinombo ini, yang melatih adalah para Pelatih yang telah berlisensi D, dan yang awasi saya minta pak Hanafing didampingi Budi Aswin. Dicabor sepakbola kita harus rebut Medali Emas di Porprov nanti,”Harapnya.


Bagikan Artikel ini

Pos terkait