Pelaku Penikaman Warga Tondo Dikenakan Pasal Pembunuhan Berencana

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Satuan Reskrim Polres Palu membekuk pelaku penikaman yang menewaskan Haji Marzuki (49), warga Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Pelaku AN alias Aziz diketahui masih berumur 19 tahun, merupakan warga Desa Tada Selatan, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong. Dalam gelar perkara di depan kantor Satuan Reserse Kriminal Polres Palu, polisi menunjukan barang bukti sebilah pisau dapur yang digunakan pelaku. Polisi juga telah mengamankan sebuah telepon genggam milik korban yang dicuri oleh pelaku.

Bacaan Lainnya

Dari kronologi kejadian, Haji Marzuki tewas akibat luka tusuk dibagian dada. Kejadiannya pada hari Selasa (19/9/2019) sekitar pukul 01.30 Wita. Dari keterangan sejumlah saksi, sempat mendengar suara minta tolong, mendengar teriakan minta tolong, akhirnya para tetangga keluar dan melihat korban dalam keadaan terluka.

Korban akhirnya dibawa menuju RS Undata untuk dilakukan pertolongan medis. Namun sekitar pukul 08.37 Wita, korban meninggal dunia akibat luka tusukan yang cukup parah.

Karena perbuatannya AN alias aziz dikenakan dengan pasal berlapis. Satu diantaranya pasal pembunuhan berencana setelah ditetapkan sebagai tersangka. Ia terbukti membunuh korban dengan cara menusuk korban dengan menggunakan sebilah pisau.

“Pelaku sudah merencanakan pembunuhan sebab pelaku tidak senang dengan perlakukan korban selama ini,” kata Wakapolres Palu, Kompol Basrun S, Jumat (20/9/2019).

Selain pasal pembunuhan berencana, pelaku juga dikenakan pasal 351 ayat 3dan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Basrun pun merinci bahwa pada Pasal 351 ayat 3 KUHP, disebutkan jika perbuatan itu menjadikan mati orangnya, dia dihukum penjara selama lamanya tujuh tahun. Kemudian Pasal 365 ayat 1 disebutkan dengan hukuman penjara selama – lamanya sembilan tahun.

Apabila pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang. Ayat 3 disebutkan hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun dijatuhkan jika karena perbuatan itu ada orang mati. Saat ini, kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau, dan 1 unit ponsel milik korban Basrun menegaskan pelaku akan dijatuhi hukuman sesuai ketetapan perundang-undangan.

Basrun juga mengimbau kepada masyarakat agar menyelesaikan masalah dengan kepala dingin tanpa harus melakukan tindak kekerasan.

“Agar tidak melakukan hal-hal yang menjurus ke tindakan kriminal,” imbaunya.

 

Sumber/Editor : Tribun/D’Sun

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait