Pedagang Ternak Resah, Ratusan Ekor Sapi Qurban Tidak Bisa di Kirim Ke Kaltim

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Puluhan pedagang ternak di wilayah Kota Palu resah bahkan gundah gulana. Pasalnya, ratusan ternak sapi yang sedianya akan di kirim ke Pelabuhan Ferry Kariango Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), masih tertahan di Instalasi Karantina Hewan Pantoloan.
Sedianya, ternak sapi ini akan di kirim melalui Pelabuhan Ferry Taipa Kecamatan Palu Utara untuk persiapan penyembelihan hewan qurban pada lebaran Idul Adha 1440 hijiaran.

Ilham alias Nyong salah seorang pedagang sapi, menyayangkan sikap tersebut. Sebab kata Ilham, kebijakan pemerintah ini selain sangat tidak populis, juga telah ” membunuh ” penghasilan para pedagang sapi yang sudah puluhan tahun bergelut dengan perdagangan ternak antar pulau.

Bacaan Lainnya

Menurut Ilham, alasan dilarangnya pengiriman ternak sapi ini oleh PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Taipa, karena terbitnya surat Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XVII Provinsi Kaltim dan Kaltara Nomor : AP.304/1/05/BPTD-Kaltimra/2019 tentang pemuatan angkutan penyebrangan. Dimana tidak dibenarkan, jika pedagang yang ingin mengirikan hewan ternaknya ke Kaltim dan Kaltara, harus bersama kendaraan pengangkut. Tidak bisa dalam kondisi hewan di curah di atas kapal.

” Kenapa nanti sekarang terbitkan aturan baru, kemudian tidak pernah di sosialisasikan terlebih dahulu. Selama 10 tahun, kami diberikan keleluasan untuk mengirimkan ternak-ternak kami ke Kaltim. Nanti sekarang baru diperketat,” kata Ilham kepada Pariwaraku.com, Rabu ( 7/8/2019).

Mestinya tambah Ilham, aturan ini terbit di jauh- jauh hari sebelumnya, bukan di saat para pedagang telah mengumpulkan serta mempersiapkan proses pengiriman lalu kemudian di berlakukan aturan yang sangat merugikan. Sapi-sapi ini di kirim dari beberapa Kabupaten di Sulteng termasuk Provinsi lain seperti Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo.

” Jujur kami telah menggelontorkan dana yang tidak sedikit. Jika hal ini tidak di bijaksanai, maka kami akan mengalami kerugian yang cukup besar,” cetusnya.

Apalagi tambah Ilham, mereka juga bagian dari korban musibah Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi pada 28 September 2018 lalu. Sebenarnya, jika hal ini diberikan ruang, maka secara langsung akan memberikan inkam PAD bagi Pemerintah Kota Palu.

Ia juga menagaskan bahwa sebenarnya keluhan ini sudah di sampaikan baik itu kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Sulteng, Dishub Kota Palu, maupun Balai Perhubungan Darat Wilayah III Sulteng, namun sejauh ini belum ada kepastian. Salah satu alasan yang mendasar bahwa ketiga instansi tetap berpegang pada surat Dirjen Perhubungan Darat.

” Kami berharap aturan ini bisa di bijaksanai, minimal hanya untuk pengiriman ternak persiapan qurban Idul Adha. Jika stok ternak ini sudah terkirim, maka kedepan kami akan penuhi semua persyaratan. Sebab jika sekarang dikirim bersama mobil truk, maka biayanya tiga kali lipat. Tentu saja kami rugi besar,” pungkasnya.

Penulis : Agus Manggona

 

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait