Pantai Bambarano dan Jejak Sejarah

Cerita keindahan pantai Bambarano tak lepas dari mitos jejak telapak Sawerigading ratusan tahun yang silam.
Bagikan Artikel ini

Donggala, – Pantai Bambarano berjarak 145 KM dari Palu ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Tepatnya di Desa Sabang, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, dengan waktu tempuh jika menggunakan kendaraan roda empat antara 2 hingga 3 jam perjalanan.

Disaat akhir pekan, pantai yang merupakan pertemuan air tawar dan air laut ini menjadi destinasi wisata paling favorit khususnya kaum remaja.

“Pantai Bambarano ini unik, jarang pantai seperti ini bisa kita jumpai khususnya yang berada di Kabupaten Donggala,” kata salah seorang pengunjung akhir pekan lalu.

Selain pasirnya yang putih dan lautnya yang bening, pantai mungil ini juga menyuguhkan keindahan yang tiada tara disaat matahari terbit. Rona merah matahari pagi semakin menambah romantisme para pengunjung khususnya para kawula muda.

Dibalik keeksotisan pantai bambarano ini, tersimpan cerita mitos tentang jejak telapak kaki sang Sawerigading. Ini ditandai dengan adanya keyakinan masyarakat setempat dimama sebuah bongkahan batu dihamparan pasir yang mirip bekas telapak kaki berukuran raksasa.

Apapun itu, cerita tentang keindahan pantai Bambarano tak lepas dari mitos jejak telapak sang legenda Sawerigading. Cerita kesohor itu selalu dituturkan secara turun temurun oleh masyarakat setempat.

[penulis : Muh. Jumain]


Bagikan Artikel ini

Pos terkait