Mundur Dari Partai Gerindra Mendukung Rusdy Mastura

Keteladanan politik bukanlah sebuah loyalitas kepura-puraan atau penerimaan politik yang tak sejalan dengan pandangan politik. ( Imam Safaat)
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – PALU,Gelombang Dukungan terhadap pasangan Rusdy Mastura dan Ma’mun Amir makin menggeliat, ini di buktikan dengan adanya dukungan yang tidak saja dari partai pengusung itu sendiri melainkan juga lahir dari orang orang yang di besarkan dari partai yang bukan pengusung RUSDY – MA’MUN.

Beliau adalah Ketua Biro Politik dan Pemenangan Pemilu Partai Gerinda Sulawesi Tengah, dan hari ini menyatakan sikap untuk mundur dari partai yang membesarkannya.

Bacaan Lainnya

inilah petikan dari pernyataan sikap Imam Safaad :

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya.

Shalawat dan cinta bagi Rasulullah Muhammad SAW, sebagai inspirasi besar pencerahan umat manusia akhir zaman.

Politik adalah sebuah pilihan. Itulah yang selama ini saya yakini dalam perjalanan hidup sebagai seorang politisi muda.

Bagi saya, pilihan dalam politik sangat ditentukan oleh sudut pandang yang otonom, merdeka, dan objektif. Tentunya, bukan sekedar garis kepentingan semata, melainkan kebajikan tertentu dalam sekian banyak indikator penilaian yang kita gunakan.

Menyikapi momentum pemilihan Kepala Daerah Sulawesi Tengah yang akan berlangsung pada Desember 2020, saya harus menyatakan sikap yang berbeda diantara para senior, sahabat, dan kolega lama di partai yang telah berkontribusi membesarkan saya dalam dunia politik.

Memang begitulah adanya, politik tak selalu membuat kita harus sejalan mencapai tujuan; tak harus satu gerbong satu irama mencapai tujuan. Perbedaan pandangan itulah yang menjadi keniscayaan demokrasi.

Setelah melakukan perenungan yang cukup lama, dengan berbagai pertimbangan. Akhirnya, Saya Imam Safaad, Ketua Biro Politik dan Pemenangan Pemilu Partai Gerinda Sulawesi Tengah, memutuskan mengambil sikap berbeda, mundur dari Partai Gerindra, sebagai konsekuensi Logis dan moral dari pilihan politik saya, mendukung H. Rusdy Mastura sebagai calon Gubernur Sulawesi Tengah pada Pilkada 2020-yang notabene tidak diusung oleh Partai dimana saya dibesarkan.

Pilihan ini tentu rasanya berat sekali, terutama kebaikan-kebaikan yang telah saya dapatkan dari para sahabat, terutama bimbingan dari seorang senior, guru, ayah dan sekaligus Ketua Parta politik yang bijak, H. Longky Djanggola.

loading…

Tetapi demikianlah realitas politik membawa kita pada satu khazanah perbedaan pandangan politik.

Tentu, saya tidak bisa menyembunyikan bahwa Bapak Longky Djanggola sampai kapan pun akan tetap jadi guru politik yang paripurna sepanjang karir saya. Namun disinilah letak misteriusnya politik. Walaupun kita serumah, bahkan sepiring, tetapi pandangan politik tidak selamanya harus sama.

Keteladanan politik bukanlah sebuah loyalitas kepura-puraan atau penerimaan politik yang tak sejalan dengan pandangan politik.

Keputusan politik ini saya ambil dengan penuh kesadaran lahir bathin, agar menjadi pelajaran bagi diri saya sendiri sebagai pertanggungjawaban politik.

Demikianlah pernyataan sikap dari saya untuk dipahami Sebagai sebuah pilihan politik.(***)

 


Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait