Mohammad Hardi, Nilai-nilai Pancasila Sebagai Pedoman Mencerdaskan Bangsa

Bagikan Artikel ini

Pariwaraku.com – Seluruh komponen bangsa agar dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai “Pancasila” sebagai pedoman hidup atau “way of life” bangsa terpelihara dengan baik.

Secara pokok, nilai, sikap dan gagasan ideologi Pancasila yang tercantum pada UUD 1945 berbunyi :

1. Pemerintah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

2. Bentuk negara Republik yang berkedaulatan rakyat.

3. Segala sesuatu berdasarkan undang-undang dasar negara.

4. Nilai-nilai Pancasila.

Mohammad Hardi, SH menjelaskan, Ideologi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara mengandung nilai-nilai yang apa apabila dirangkum didapatkan sebagai berikut :

1. Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

2. Ideal, material, spiritual, pragmatis, dan bernilai positif.

3. Logis, estetis, etis, sosial dan religius.

Bahwa kelebihan Pancasila adalah mewujudkan cita-cita menuju kenyataan yang diinginkan masyarakat Indonesia.

Di samping itu, Pancasila juga berperan menjaga kelestarian bangsa serta negara Indonesia dalam menghadapi segala bentuk hambatan, tantangan, ancaman serta gangguan.

Karena Pancasila itu terdiri dari lima sila, yang mana seluruh sila mencerminkan idealisme dan harapan yang ingin diwujudkan sebagaimana Negara Indonesia dipandang di masa mendatang.

Kalau kita kembali membuka buku pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan 2 (2009: 7-8), setiap sila yang tercantum di dalam ideologi Pancasila mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia sebagai sebuah negara.

Jika dijabarkan, masing-masing sila di ideologi Pancasila mencerminkan kehidupan bangsa Indonesia dan sebagai sebuah dasar negara yang meliputi setiap aspek kehidupan.

1. Sila 1 : Ketuhanan Yang Maha Esa, mencerminkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki keyakinan terhadap Tuhan masing-masing, dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan larangan-Nya.

2. Sila 2 : Kemanusiaan yang adil dan beradab, mencerminkan bahwa seluruh komponen masyarakat Indonesia saling menghormati dan menjaga sesama tanpa memandang latar belakang atau kepentingan. Setiap orang mendapatkan perlakuan yang sama.

3. Sila 3 : Persatuan Indonesia, mencerminkan bahwa bangsa Indonesia meskipun memiliki pemberdayaan budaya, latar belakang, kultur, tradisi, keyakinan, dan suku tetap bersatu sebagai satu kesatuan, yaitu Bangsa Indonesia.

4. Sila 4 : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, mencerminkan bahwa bangsa Indonesia menempatkan kedaulatannya di tangan rakyat, yaitu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Setiap masyarakat Indonesia memiliki hak, kewajiban, serta kedudukan yang sama saat menyampaikan pendapat.

5. Sila 5 : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mencerminkan bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki perwujudan keadilan sosial dalam bidang kehidupan secara menyeluruh, seperti politik, ekonomi, sosial budaya, keamanan, dan lain sebagainya. Selain itu, sila ini juga mencerminkan bahwa seluruh rakyat Indonesia berhak mendapatkan keadilan serta kemakmuran secara merata baik dan konteks material maupun spiritual.

“Olehnya itu tugas Pemerintah dan pemangku kepentingan harus berperan dalam menanamkan pemahaman nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara kepada anak sejak usia dini” Ucap Mohammad Hardi

Menurutnya, langkah ini agar anak tidak mudah terpengaruh oleh ideologi ataupun aliran-aliran yang tidak jelas, dan tetap berpegangan pada nilai Pancasila itu.
Tutup Mohammad Hardi

(Ardi_Menyeee)


Bagikan Artikel ini

Pos terkait