Mj Mantan Teroris Poso Yang Insyaf dan Kembali Berbaur Dengan Masyarakat

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Mantan Narapidana Teroris ( Napiter) yang juga eks simpatisan Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) Sulawesi Tengah, kini sudah berbaur dengan masyarakat. Mereka hidup secara berdampingan.

Untuk memenuhi kehidupan mereka sehari-sehari, berbagai kegiatan positif dilakukan mulai dari menjual barang campuran, jual bensin, berkebun, service barang elellktronik, beternak ayam serta menjadi menjadi pelaksana proyek yang dibiayai ABPD Poso.

Bacaan Lainnya

“Semua ini kami lakukan agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Eks Napiter Poso Mj kepada Kasubdit IV Intelkam Polda Sulteng Kompol Safruddin.

Menurut Mj hingga saat ini, masih banyak teman-temannya yang telah selesai menjalani proses hukum terkait kasus terorisme serta keterlibatan dengan kelompok MIT Poso. Namun sebagian dari mereka telah insyaf dan hidup normal serta sebagian lagi masih ada yang terkontaminasi dengan kelompok yang bersifat radikal.

Olehnya itu, kata Mj dalam rangka mengatasi pemahaman radikal di Poso khususnya kepada kelompok eks Napiter, perlu kiranya pemerintah tetap melakukan pengawasan dan koordinasi serta membangun silahturahim antara eks Napiter dengan Aparat Kepolisian dan Pemerintah setempat.

Ia juga berharap kepada seluruh masyarakat Poso utamanya generasi muda untuk tidak mudah terpengaruh baik melalui kajian-kajian keagamaan maupun melalui pemberitaan di sosial media (Sosmed).

“Diperlukan pula keterlibatan orang tua utamanya dalam mengawasi anak-anaknya ketika menggunakan Sosmed Sebab saat ini cendurung beredar informasi atau berisi berita-berita yang berbau kebohongan atau hoax,” harapnya.

Menyikapi kasus penganiayaan yang berdampak pada penyerangan di Kabupaten Poso belum lama ini, Mj menegaskan bahwa sepengetahuannya, sampai saat ini korban penganiayaan belum juga melaporkan kasus tersebut ke aparat Kepolisian, sehingga jika ada isyu yang mengarah SARA, mari kita menetralisir karena hal tersebut, dilakukan oleh oknum maupun kelompok yang menginginkan situasi di Poso menjadi terganggu dan tidak aman.

 

 

Penulis : Jum Thio

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait