MIT Kembali Berulah, Pakar DPD-PRABU Menyayangkan Hal Ini Kembali Terjadi

Zet Hasan
Bagikan Artikel ini

PALU, pariwaraku.com – Kekerasan terhadap warga sipil yang diduga dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) kembali terulang, mendapat sorotan dari Salah satu Dewan Pakar DPD-PRABU Sulawesi Tengah, Zet Hasan.

Zet Hasan, kepada Pariwara, Selasa malam (11/05/2021) mengatakan kejadian berulang seharusnya tidak lagi terjadi. Kejadian sebelumnya empat orang dalam satu keluarga di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, juga tewas dibunuh yang juga diduga dilakukan kelompok MIT pada Jumat (27/11/2020) lalu. Kembali kejadian sadis terjadi, dua petani warga Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur Kabupaten Poso menjadi korban pembunuhan. “Ini kejadian berulang dan saya minta Kasatgas Madago Raya dalam hal ini Kapolda Sulteng harus bertanggungjawab,” tandasnya.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021

Menurut Zet sudah begitu banyak anggaran yang digelontorkan untuk operasi menutaskan kelompok MIT, sudah terlalu banyak korban jiwa khususnya masyarakat sipil, tapi kejadian terus berulang dan tidak pernah tuntas. “Dari awal saya sudah sampaikan ini kelompok sesat, tidak ada satupun agama yang membenarkan Perbuatan yang keji ini dan sangat biadab. Jika ini persoalan ini berlarut larut maka Sulteng akan menjadi serotan dunia. Dan aparat jangan seperti petugas Damkar. Reaktif ketika ada kejadian” ujarnya.

Sebelumnya Zet juga mengkritik pernyataan Kasatgas Madago Raya di beberapa media beberapa waktu lalu yang mengatakan, tim Satgas Madago Raya sempat hilang jejak keberadaan kelompok MIT. Pernyataan seperti itu adalah hal teknis dan seharusnya tidak disampaikan ke publik. Hanya akan membuat kekhawatiran di tengah masyarakat. “Kalau sampai hilang jejak. Dipertanyakan dong kerja-kerja intelejen. Faktanya karena kehilangan jejak, kelompok MIT muncul dan melakukan terror lagi dan ada lagi korban jiwa, ini namanya kerja tidak tersetruktur dan hasilnya NOL Besar. Habis anggaran negara hanya untuk menangkap para Kelompok yang jumlahnya hanya berapa orang saja. katanya.


Bagikan Artikel ini

Pos terkait