Menggenjot pengembangan komoditi pangan, PEMKAB Donggala Kerja sama dengan MVI bangun demplot padi organik

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.Com – Donggala, Bupati Donggala Kasman lassa sebelumnya mengatakan pemerintah daerah menggenjot pengembangan berbagai komoditi pangan yakni beras, jagung dan kedelai. di lansir dari Antara Sabtu (16/11/2019).

Seperti diketahui Ketiga jenis komoditi pangan tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat dan daerah tersebut dalam beberapa tahun terakhir ini terus dikembangkan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulteng, termasuk di Kabupaten Donggala sendiri.

Bacaan Lainnya

Untuk Kabupaten Donggala, khususnya beras selama ini sudah memberikan kontribusi besar terhadap pemenuhan stok beras nasional, sehingga donggala merupakan salah satu lumbung pangan di Indonesia

“Setip tahunnya, Kabupaten Donggala memberikan kontribusi dalam kegiatan pengadaan beras untuk kebutuhan nasional yang dilakukan Perum Bulog Sulawesi Tengah”. ujarnya

Guna meningkatkan produksi beras, jagung dan kedelai di Kabupaten Donggala, pemerintah membantu benih, pupuk dan obat-obatan kepada petani yang ada di daerah itu.

Menurut dia, peningkatan produksi petani, kata Bupati Kasman Lassa tentu tidak terlepas dari ketersediaan benih unggul, pupuk dan juga obat-obatan.

Karena itu, Pemkab Donggala melalui dinas terkait terus berupaya keras melakukan berbagai kegiatan di lapangan agar petani tetap bersemangat dan mengikuti petunjuk teknis dalam mengembangkan usaha tani agar hasil yang diperoleh semakin meningkat.

Peningkatan produksi tentu terjadi ketika produktivitas tanaman yang dikembangkan meningkat. Produktivitas meningkat, karena didukung oleh benih yang bagus dan penggunaan pupuk dan obat-obatan yang memadai, Tambahnya.

Olehnya dalam upaya meningkatakan produksi Pemerintah Kabupaten Donggala, bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) bangun demonstrasi plot/demplot padi organik di daerah itu.

Pendamping WVI Palu, Ridwan Tumbengka di Donggala, Sabtu membenarkan kerja sama di sektor tanaman pangan tersebut sudah berlangsung beberapa bulan terakhir ini.

Demplot adalah salah satu bagian dari metode penyuluhan pertanian yang menjadi cara bagi penyuluh dalam menyampaikan materi penyuluhan pertanian kepada petani

Tahap pertama penanaman padi organik di Desa watatu, Kecamatan Banawa Selatan pada lahan seluas 1.000 hektare beberapa bulan lalu, kini telah berhasil dengan pencapaian produksi cukup menggembirakan.

loading…

Pada panen perdana, kata dia, produktivitas tanaman padi organik hasil kerja sama antara Pemkab Donggala dengan WVI telah menghasilkan gabah kering panen (GKP) sekitar enam ton per hektare.

Program tersebut, katanya, salah satu dari sejumlah kegiatan yang dilakukan WVI bersama pemerintah provinsi dan kabupaten. Kegiatan lainnya adalah budidaya jagung organik dan hasilnya juga cukup menggembirakan.

“Seluruh hasil panen akan dibeli oleh mitra sesuai harga yang layak,” katanya..

Menurut dia, menyangkut pemasaran hasil pertanian tidak ada kendala karena sudah ada mitra yang akan menampungnya. tutupnya.

(Sumber : Anas Masa/Antara)


Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait