Mantan Kombatan Poso : Program Deradikalisasi Harus Dilanjutkan

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Program deradikalisasi terhadap pelaku terorisme dan orang-orang yang telah terjangkit virus radikalisme dan terorisme harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan demi menanggulangi terorisme di Sulteng. Sejauh ini, deradikalisasi yang dijalankan pemerintah sudah bagus, tapi tetap harus dimaksimalkan agar tepat sasaran dan berhasil mengikis terorisme bumi Sulteng.

” Program deradikalisasi harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan, agar pemahaman serta idiologi yang mengarah ke kasus teroris tidak akan terulang kembali. Utamanya kepada para mantan simpatisan kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) di Kabupaten Poso,” kata ML salah seorang mantan narapidana kasus teroris (Napiter) Poso kepada Kasubdit IV Dit Intelkam Polda Sulteng Kompol Safrudin SE beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Mantan teroris Poso ini menilai langkah pemerintah dengan merangkul para mantan kombatan untuk membantu program deradikalisasi juga cukup efektif. Pasalnya, orang telah terkena ideologi kekerasan akan sulit didekati oleh orang di luar mereka.

“Salah satu kunci deradikalisasi itu ialah kita harus dekat dengan mantan-mantan pelaku teror itu. Harus dekat dan harus dengan hati. Tidak bisa dengan argumentasi, mereka itu bukan orang yang perlu dinasehati. Karena mereka sudah merasa bahwa mereka bisa dinasehati oleh dirinya sendiri,” ungkap ML.

Ia juga berharap pihak terkait harus dapat memberikan penjelasan secara gamblang perihal berbagai kasus maupun isyu-isyu yang menjatuhkan kredibilitas pemerintah. Apalagi saat ini baru selesai penyelenggaraan pesta demokrasi.

Menurut ML, usai menjalani masa penahanan dan dinyatakan bebas, ia dan sejumlah teman-temannya mantan simpatisan MIT telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi, bahkan telah beraktifitas serta berbaur dengan masyarakat pada umumnya.

” Walau demikian kami juga tetap mengikuti kajian – kajian melalui kegiatan ta’lim,” cetusnya.

Diakhir pertemuanya dengan Kompol Sapruddin, ML berharap komunikasi serta jalinan silaturahmi kiranya terus dibangun, sehingga untuk kembali kepada pemahaman yang keliru tersebut akan jauh dan bahkan di lupakan.

‘ Silaturahmi seperti terus dijaga ditingkatkan agar paa mantan teroris tidak kembali atau terpemgaruh lagi dengan paham-paham radikal yang mengarah kepada aksi terorisme,” tandsnya.

Penulis : Agus Gerbek

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait