LSM Giak Soroti Mandeknya Pengusutan Dugaan Korupsi di Kejari Tolitoli

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Tolitoli, Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tolitoli, kembali menuai sorotan. Kali ini terkait kasus dugaan korupsi penerimaan dana pengukuran lahan warga senilai Rp 250 juta di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tolitoli, yang hingga saat ini mandeg. Padahal kasus dugaan korupsi tersebut telah di tangani Kejari Tolitoli, hampir dua tahun.

Menurut Ketua LSM Gerakan Indonesia Anti Korupsi ( Giak), Henrik Lamo. SE, pihaknya sangat miris dan prihatin. Pasalnya kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan mantan Kepala BPN Tolitoli, Ady Suprastio, SH.MH, terkait penerimaan dana pengukuran lahan warga dari Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaartan Air (PJPA) Balai Wilayah Sungai Sulteng (BWSS) III, hingga saat ini belum jelas perkembangnya. Padahal kasus ini sudah di proses sejak dua tahun lalu.

Bacaan Lainnya

“Kami mempertanyakan sejauhmana perkembangan kasus ini, karena penanganan perkaranya sudah hampir dua tahun. Ada kesan kasus ini hendak di diamkan,” Ujar Hendri kepada Pariwaraku.com, Senin (5/8/2019).

Padahal tambah Hendri, semula perkaranya sudah dilakukan penyelidikan oleh Kasi Intel Kejari Tolitoli, bahkan informasinya sudah gelar perkara dan berkasnya telah di serahkan kepada Kasi Pidana Khusus (Pidsus) untuk dilakukan penyidikan, namun sampai saat ini belum jelas perkembangannya.

“Kita hanya butuh transparansi dan keterbukaan atas perkembangan kasusnya, karena sudah di lidik dan berkas ini. Sebab sudah pernah ditangani Pidsus, tapi saat ini tidak jelas perkembangannya,” kata Hendri.

Sementara Kasi Intel Kejari Tolitoli, Hazairin, SH mengatakan, berkas perkara penerimaan dana pengukuran lahan warga untuk di ganti rugi, sudah di lakukan penyelidikan dan berkas perkaranya sudah di baikan ke Kasi Pidsus.
“Kami ini sudah lakukan penyelidikan, bahkan berkasnya sudah di serahkan ke Pidsus,” jawabnya singkat.

Informasi yang di himpun menyebutkan, bahwa keterlamabatan proyek pembangunan Daerah Irigasi (DI) Salugan Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli, sekira Rpb212.300.000.000,- hingga saat ini belum dikerjakan.

Padahal, kontrak pekerjaan proyek Multi Years Contract (MYC) yang dimenangkan PT Brantas Abipraya (Persero) itu sudah berjalan sejak tanggal 9 November 2017 lalu.
Hal ini dikarenakan belum adanya ganti rugi lahan warga yang terdampak, sehinggah pekerjaan belum bisa dilaksanakan serta direalisasikan.

Penulis : Rey

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait