Lagi, Penampakan Buaya di Pantai Kampoeng Nelayan Palu

Ivan, salah satu anggota komunitas Palu Sweemming Club (PSC) sedang mengamati pergerakan buaya di lokasi wisata permandian Kampoeng Nelayan, Rabu. 18/10/2020. [foto : joem]
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PALU, PARIWARAKU.com – Rabu 18 November 2020, sekitar pukul 08.30 pagi Waktu Indonesia Bagian Tengah (Wita), puluhan orang yang sedang menikmati hangatnya air laut di wisata permandian Kampoeng Nelayan dikagetkan dengan kemunculan seekor buaya berukuran sekitar tiga meter.

Melihat penampakan buaya dari kejauhan, Bobo (sebut saja demikian) seorang juru parkir tuna wicara yang saban hari mangkal di lokasi wisata permandian Kampoeng Nelayan sontak berteriak sambil sesekali membunyikan sempritan yang melilit dilehernya.

Dalam keterbatasannya ia berupaya berteriak sekuatnya. Seakan tengah memberi aba-aba kepada puluhan orang yang sedang berenang lewat bahasa isyaratnya pagi tadi. Sesungguhnya, ia sedang melihat dari kejauhan ada seekor buaya sedang menuju ke kerumunan orang-orang yang tengah berenang.

Tanpa menunggu lama, puluhan orang yang sedang berada di laut langsung tancap gas lari menuju ke darat dan memastikan tentang keberadaan buaya yang dimaksud tadi.

Benar saja. Seekor buaya berukuran besar sedang mengamati kerumunan orang-orang yang sedang mandi.

“Sepertinya buaya ini sedang lapar. Gerakannya yang cenderung ganas dan mendekat bahkan mengejar orang yang sedang mandi menandakan buaya ini sedang mencari mangsa,” kata Alfian Tombokan.

Alfian yang juga anggota dari komunitas Palu Sweemming Club (PSC) ini menambahkan, sudah saatnya ada tindakan dari instansi terkait untuk mencari solusi agar buaya ini tidak berkeliaran lagi disini.

“Wisata permandian Kampoeng Nelayan ini merupakan area wisata publik. Seharusnya pemerintah memperhatikan sisi keamanannya,” kata Alfian.

Disisi lain, pemerintah khususnya instansi terkait belum melakukan upaya dalam meminimalisir pergerakan buaya yang dapat mengancam nyawa manusia.

Dua pekan lalu seorang nelayan yang sedang menangkap ikan dengan menggunakan jaring pukat di terkam oleh buaya. Banyak yang menduga kemunculan buaya pagi tadi di wisata permandian Kampoeng Nelayan adalah buaya yang telah menyerang nelayan dua pekan lalu.

Buaya ini tergolong ganas dan agresif. “Jika tidak ada upaya-upaya nyata yang dilakukan oleh instansi terkait dalam mengurangi serangan buaya di lokasi wisata permandian Kampoeng Nelayan ini, bukan tidak mungkin akan ada korban berikutnya,” pungkas Alfian.

[penulis : joem jumain]

loading...

 

 


Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait