Kemensos Salurkan Bantuan Senilai Rp 458 Juta untuk Ahli Waris Korban Teror di Sigi

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Sunarti bersama tim dukungan layanan psikososial Kemensos RI memberikan trauma healing kepada pengungsi korban teror di Desa Lembatangoa, Sigi. Selain itu Sunarti juga menyerahkan bantuan senilai Rp.458.426.000.(foto : Kementerian Sosial RI)
Bagikan Artikel ini

pariwaraku.com – Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan untuk ahli waris korban pembunuhan satu keluarga di Desa Lembantongoa Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

bantuan yang disalurkan pemerintah totalnya senilai Rp 458 juta.

Bacaan Lainnya

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kementerian Sosial RI Sunarti menyampaikan, keprihatinannya atas tragedi kemanusiaan tersebut.

Sunarti juga meminta, warga desa Lembantongoa untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu yang tidak benar. Sebab, hal tersebut dapat menimbulkan konflik secara horizontal.

Berkunjung ke Desa Lembang Tonga yang Terusik Teror Ali Kolora di Sigi, Terpencil dan Tak Ada Konflik Agama

“Percayakan penanganan ini kepada aparat keamanan. Pemerintah berkomitmen kehadiran dan kepedulian terhadap keamanan dan kenyamanan warga,” kata Sunarti dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/12/2020).

Sunarti mengatakan, selain bantuan sosial, Kemensos juga memberikan dukungan psikososial terhadap penyintas yang berhasil selamat dari aksi teror tersebut dengan melakukan teknik Progressive Muscular Relaxation (PMR).

“Hal ini dilakukan bertujuan untuk membuat penyintas dapat merasakan rileks sehingga pikirannya dapat kembali disegarkan,” ujarnya.

Sunarti mengatakan, penanganan aksi teror harus dilakukan secara terpadu termasuk kemudahan sarana prasarana untuk percepatan penyerahan bantuan bagi warga.

Lebih lanjut, Sunarti mengatakan, agar peristiwa tidak terulang kembali, pemerintah mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat setempat menyatakan komitmennya untuk menjunjung persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Pasca-teror di Sigi, Warga Desa Belum Berani Kembali ke Rumah

“Kita harus menempatkan persatuan dan kesatuan di atas segalanya serta meyakini bahwa tragedi kemanusiaan yang terjadi bukanlah merupakan unsur agama, tetapi murni tindakan teror yang bertujuan untuk memecah belah keutuhan warga masyarakat pada umumnya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Polri menyebut terjadi pembunuhan terhadap empat orang warga di Dusun Lima Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada Jumat (27/11/2020).

Menurut Karopenmas Mabes Polri Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono kejadian itu berlangsung sekitar pukul 10.30 WITA.

“Pada hari Jumat, 27 November 2020 pukul 10.30 WITA Anggota Polsek Palolo menerima informasi dari masyarakat bahwa ada salah satu warga Dusun 5 Lewonu,” kata Awi melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (28/11/2020).
Jejak Ali Kalora, Pemimpin MIT yang Diduga Terlibat Teror di Sigi, Kerap Menyamar Jadi Warga Lokal

Saat polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), Awi mengatakan, ditemukan ada empat jenazah yang tewas secara mengenaskan. Selain itu, ada tujuh rumah yang dibakar oleh orang tidak dikenal.

“Olah TKP dilakukan Polres Sigi Pada pukul 18.00-23.00 Wita oleh Tim Gabungan Polres Sigi yang dipimpin oleh Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyahutama,” ujar dia.

Awi menuturkan, dari lima saksi yang diinterogasi menyatakan bahwa pelaku kurang lebih 10 orang tak dikenal (OTK). Ada tiga orang membawa senjata api laras panjang dan dua senjata api genggam.

Saksi, lanjut dia, diperlihatkan daftar pencarian orang (DPO) teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Para saksi pun yakin bahwa tiga OTK tersebut adalah bagian dari kelompok teroris yang dipimpin Ali Kalora.

“Saat ini sudah ada back-up kurang lebih 100 orang pasukan dari Satgas Tinombala, Brimob Polda Sulteng dan TNI untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok Ali Kalora tersebut,” ucap Awi.


Bagikan Artikel ini

Pos terkait