Kelabui Polisi, Dalih Korban Penjambretan Akhirnya Terbongkar Juga

Bagikan Artikel ini

pariwaraku.com – Karena desakan ekonomi, seorang emak-emak di bumi raya kabupaten Morowali nekat membuat laporan palsu.

perempuan paru baya itu adalah NP (35 tahun) yang beralamat di Desa Pebatae, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali. Ia datang ke Polsek Bahodopi, Polres Morowali, pada Kamis 4 Februari 2021 pagi, untuk melaporkan bahwa ia menjadi korban penjambretan.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021

Dalam laporannya, emak-emak yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini mengaku, saat berkendara sepeda motor tidak jauh dari Gereja Toraja Desa Bahodopi. Tiba-tiba tas miliknya yang berisi uang Rp8 juta dirampas oleh pelaku yang juga mengendarai sepeda motor, sehingga dirinya jatuh.

“Saat ada warga yang melintas korban ditolong dan diantar ke Polsek Bahodopi untuk membuat laporan,” demikian antara lain penjelasan Kapolsek Bahodopi Iptu Zulfan, SH, Jumat 5 Februari 2021

Zulfan mengatakan, sesuai prosedur Polisi setelah melakukan intrograsi, selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan dugaan terjadinya pencurian dengan kekerasan (jambret).

Dari hasil olah TKP dan keterangan NP terdapat banyak kejanggalan, hingga akhirnya Polisipun memanggil saudari Nurmala yaitu orang yang memberikan pinjaman uang kepada NP.

“Dari keterangan Nurmala dan beberapa kejanggalan yang ditemukan Polisi. Akhirnya NP pun mengakui kalau laporan penjambretan yang disampaikan adalah tidak benar atau palsu untuk menghindari desakan pembayaran hutang yang sudah jatuh tempo,” terang Zulfan

“Dalam pengakuannya, NP nekat membuat laporan palsu ke Polsek Bahodopi dengan mengaku sebagai korban penjambretan, karena desakan untuk segera membayar hutang sebesar Rp8 Juta kepada Nurmala yang dijanjikan akan dibayar dua minggu kemudian,” sambung Kapolsek Bahodopi.


Bagikan Artikel ini

Pos terkait