Kekeringan Landa Sigi Akibat Saluran Irigasi Gumbasa Rusak

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Rusaknya Saluran Irigasi Gumbasa pascabencana Gempa dan Tsunami 11 bulan yang lalu mengakibatkan kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kekeringan tersebut menambah penderitaan warga di beberapa Kecamatan di Sigi.

Masyarakat yang berada di Dusun VI Lompio dan Desa Maranata, terpaksa harus berjalan kaki dengan jarak satu kilometer untuk mendapatkan air besih dari bocoran pipa. Sebagian warga yang berprofesi Petani juga kehilangan mata pencarian.

Bacaan Lainnya

“habis gempa, aliran Sungai Gumbasa itu sudah tidak lancar, bahkan sudah tidak berfungsi. Sementara, kita di sini semua petani,” kata salah seorang warga, Fajria, Kamis (22/8/2019).

Satu diantara banyaknya kebutuhan yang diharapkan bagi warga merupakan air bersih. Wanita yang lanjut usia itu harus berjalan satu kilometer dan harus memikul jerigen berisi lima liter air.

Sementara itu, penjabat humas ACT Candra Chan mengatakan pihaknya sudah menyalurkan air bersih sebanyak 6.000 liter sejak 3 bulan lalu. Berdasarkan data yang dihimpun, Candra menyebut air bersih dini dibutuhkan di sejumlah wilayah.

“Untuk hari ini, kita menyalurkan 25 ribu liter air bersih, yang terbagi menjadi beberapa desa, yaitu Karawana, Solouwe, dan Desa Maranata,” imbuh Candra.

Menurut Candra, pasokan air bersih di sejumlah titik di Sigi terus dilberikan. Bocoran pipa air, seperti di Desa Maranata, disebut Candra tidak mencukupi keperluan warga yang sangat banyak.

 

Sumber/Editor : DetikNews/D’Sun

 

 

 

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait