Kasus Perkawinan Anak, Nur Safitri: Pemerintah Perlu Terlibat Dalam Pencegahan Perkawinan Anak

Bagikan Artikel ini

Pariwaraku.com – Kasus perkawinan anak di Indonesia masih terbilang cukup tinggi. Menurut data BPS tahun 2020, diperkirakan sebanyak 1.220.900 anak perempuan menikah di bawah usia 18 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa urgensitas pencegahan perkawinan anak tak boleh disepelekan.

Rabu, 24 februari 2021, melalui Balai Belajar Kampung, Yayasan Sikola Mombine melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pekawinan Anak di Desa Batusuya, Kabupaten Donggala.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dihadiri sebanyak 18 orang remaja di antaranya 13 orang perempuan dan 5 orang laki-laki ini bertujuan untuk mengedukasi terkait bahaya dan dampak dari perkawinan anak serta mempromosikan gerakan pencegahan perkawinan anak.

Metode penyelenggaraan kegiatan ini dilakukan dengan sesi diskusi antar peserta. Semua peserta di ajak untuk memberikan pengalaman terkait bagaimana mereka mendapatkan pola asuh di dalam keluarga dan bagaimana relevansinya dalam pencegahan segala bentuk kekerasan terhadap anak serta upaya untuk tidak mendesak anak menikah diusia muda.


Bagikan Artikel ini

Pos terkait