Jokowi tak mau menilai, Masyarakatlah yang unggul

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Capres Jokowi dan Capres Prabowo Subianto telah melewati debat kedua capres dengan tema pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup di Hotel Sultan,Minggu (17/1).

Jokowi menyerahkan hasilnya kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Jokowi merasa sudah menyampaikan sesuai subtansi yang ada. Terkait capaian apa saja yang sudah dikerjakan saat menjadi Presiden dan rencana ke depan.

“Ya, biasa-biasa saja masyarakatlah yang menilai. Subtansi-subtansi apa yang kita sampaikan. Tetapi tadi saya sudah menjelaskan apa yang sudah kita kerjakan, dan apa yang kurang lebih akan kita kerjakan ke depan. Saya kira jelas semuanya,” kata Jokowi usai melakukan debat di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2)

Terkait dengan tema yang diusung dalam debat malam ini, infrastruktur yang dibangun oleh Jokowi selama empat tahun terakhir menjadi salah satu kekuatan. Ia menilai, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan fondasi untuk perekonomian Indonesia semakin maju ke depan.

Pasalnya, pembangunan infrastruktur saat ini merupakan pondasi untuk tinggal landas ke era industri membangun daya saing nasional. “Indonesia akan menjadi negara tidak hanya sebagai objek strategis di antara bangsa-bangsa, tapi juga subjek karena pertumbuhan ekonomi

Jokowi juga menilai, penampilan Prabowo sangat baik. Kemudian dia juga menilai pesaingnya sangat adil dalam menilai kebijakan. “Ya dia sangat bagus. Beliau sangat bagus,” kata Jokowi.

Dia pun tidak mau menilai siapa yang unggul dalam debat kedua tersebut. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat. “Ya masyarakatlah yang unggul,” ungkap Jokowi.

Prabowo juga mengaku puas dengan debat tadi. “Ya oke lah ya,” ucapnya

“Kita ingin negara kita ini, bersaing itu biasa-biasa aja lah. Apalagi generasi kalian harus lihat persaingan itu baik. Debat itu boleh. Di dalam ruang debat keras-kerasan di luar itu baik lagi. Ini adalah membangun demokrasi. Demokrasi harus gitu, untuk anak-anak muda ini,” ujarnya.

“Saya kira kita baik, santun, saling menghormati. Kan rakyat ingin cari pemimpin yang memberikan pemecahan persoalan. Pemimpin-pemimpin mereka senang kalau pemimpin-pemimpin itu rukun. Kadang pengikutnya lebih galak ya. Suporternya gila ya, kayak nonton basket aja,” ungkap prabowo

Diketahui, salah satu yang menarik dalam debat yaitu ketika membahas masalah reforma agraria. Moderator menanyakan strategi kedua calon presiden dalam melakukan reforma agraria.

loading…

Jokowi mengatakan, pihaknya menargetkan membagikan konsesi lahan kepada masyarakat mencapai 12,7 hektare. Saat ini yang telah terealisasi baru 2,6 juta hektare.

“Dalam dua tahun ini kita telah membagikan konsesi konsesi lahan lewat masyarakat adat, hak ulayat, petani maupun nelayan. Sekarang 2,6 juta hektare konsesi dari 12,7 juta hektare yang kita siapkan,” kata Jokowi.

Namun demikian, Prabowo mengaku punya pandangan berbeda dengan Jokowi. Prabowo menilai, pembagian lahan atau sertifikat yang dilakukan pemerintahan Jokowi saat ini hanya menguntungkan satu atau dua generasi.

“Kami punya pandangan strategis berbeda, yang dilakukan Bapak Joko Widodo dan pemerintahnya menarik dan populer untuk satu dua generasi. Tapi tanah tidak tambah, bangsa Indonesia terus tambah sebesar 3,5 juta kurang lebih. Kalau Bapak bangga, pada saatnya kita tidak punya lahan lagi buat kita bagi,” kata Prabowo.

“Jadi kami punya strategi berbeda, kami kembali pada UUD 1945 Pasal 33 di mana bumi dan air dan kandungan lainnya dikuasai negara,” tegas Prabowo.

Menanggapi ini, Jokowi mengungkap bahwa Prabowo Subianto memiliki ratusan hektare lahan yang berada di Kalimantan dan Aceh Timur. Rinciannya, sebesar 220.000 hektare lahan di Kalimantan dan 120.000 hektare di Aceh Tengah.

“Pembagian yang tadi sudah disampaikan 2,6 juta hektare agar produktif. Kita tidak memberikan gede-gede. Saya tahu Pak Prabowo punya lahan luas di Kalimantan Timur sebesar 220.000 hektare, dan 120.000 hektare di Aceh Tengah. Ingat, pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan di masa pemerintahan saya,” kata Jokowi.

Sementara di pernyataan penutup, Prabowo menjawab serangan Jokowi itu. Dia mengakui memiliki lahan yang dituduhkan petahana.

“Tanah saya kuasai ratusan ribu hektare benar, itu HGU (hak guna usaha), milik negara,” katanya dalam debat capres kedua di Hotel Sultan, Minggu (17/2).

Dia mempersilakan jika negara mau mengambilnya. “Itu benar, negara bisa ambil. Untuk negara saya rela daripada ke orang asing lebih baik saya kelola. Saya nasionalis dan patriot,” tegasnya.


Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait