Jalan Tertutup Longsor, Akses Menuju Balesang Tanjung Lewat Laut

kondisi jalan yang di tutupi longsor di desa walandano. sumber fhoto : facebook.com
Bagikan Artikel ini

pariwaraku.com – Sudah hampir tiga hari sejak Rabu 10 februari 2021 pukul 02.00 dini hari, material longsor menutupi badan jalan Desa Walandano, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala. Hingga Jumat 12 februari 2021, material longsoran yang berupa pasir dan bebatuan itu masih belum tersentuh alat berat.

Akibatnya akses termudah masyarakat ke beberapa desa seperti Kamonji, Ketong, dan Manimbaya terputus.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Desa Walandano, Noldi mengatakan, saat terjadi longsoran yang diperkirakan Rabu dinihari karena banyak kendaraan yang saat itu ingin lewat didominasi pedagang sayur tertahan dititik longsor.

Menurutnya, saat longsor tidak ada hujan deras, hanya beberapa hari sebelum longsor itu memang Walandano diguyur hujan. Longsoran juga diduga karena tekstur tanah sangat labil. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat Balaesang Tanjung untuk mendatangkan alat berat.

“Jadi ada tiga desa yang berada di Balaesang Tanjung bagian barat, salah satu caranya menuju ke sana bisa naik katinting atau berjalan di pantai. Sepeda motor juga sampai lewat di pasir pantai,” kata Sekretaris Desa Walandano, Jumat 12 februari 2021.

Ada satu akses jalan menurut Noldi dengan memutar dari desa Walandano, Palau, Pomolulu, kemudian Rano dan turun ke pesisir masuk desa Kamonji. Akan tetapi, akses itu butuh kesabaran yang ekstra.

material longsor yang menutupi hampir keseluruhan badan jalan. sumber fhoto : facebook.com

Selain kondisi jalannya yang masih bebatuan, juga jarak yang harus ditempuh kurang lebih 40 kilometer.

“Walandano ke Palau itu sudah sepuluh kilometer, Palau ke desa Rano kurang lebih 30 kilometer. Jadi masyarakat lebih memilih lewat pantai atau naik katinting,” lanjut Noldi.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Balaesang Tanjung, Ismail Modohali S Sos mengungkapkan, sudah meneruskan informasi dari pemerintah desa Walandano ke BPBD Donggala untuk membersihkan material longsor.

“Hari kamis saya ketemu kepala BPBD Donggala, rencana hari ini (Jumat, red) ingin dikerja, saya pantau belum ada pergerakan,” jelas Ismail Modohali dihubungi Radar Sulteng sekitar pukul 17.30 wita, kemarin (12/2).

Menurut Ismail, dari hasil pertemuan dengan BPBD Donggala, ada kesepakatan dirinya yang akan menyiapkan alat berat, nanti BPBD menanggung bahan bakarnya. “Ada alat berat milik galian C di desa Palau digunakan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Donggala, Akris menambahkan, bahan bakar terhambat masuk, sehingga belum ada pengerjaan pembersihan di lokasi longsor. “Kita nanti pakai loader, BBM nya baru sampai tadi (Jumat, red), besok (Sabtu, red) insya Allah sudah dikerja,” sebutnya.

Kata Akris, batuan di titik longsor desa Walandano jenisnya cadas sehingga gampang tergerus dan dibagian atas tebing itu kondisinya berpasir. Mereka memantau tersisa tiga titik lokasi yang sering longsor.

“Jadi kita pakai loader dulu untuk buka jalan, agar akses bisa secepatnya terbuka, kalau excavator nanti butuh waktu lama,” tutupnya.

 

Sumber : radarsulteng.id


Bagikan Artikel ini

Pos terkait