Isu Penculikan Anak, Dari Siapa dan Untuk Siapa?

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Akhir-akhir ini masyarakat khususnya Sulawesi Tengah diresahkan dengan adanya isu penculikan anak yang masif tersebar pada sosial media, terutama facebook dan whatsapp.Baik dalam bentuk tulisan, foto bahkan vidio.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Syafril Nursal meminta seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan adanya isu penculikan anak. Dan faktanya tidak ada penculikan yang terjadi diwilayah hukum yang ia pimpin.  Hal itu disampaikanya saat meresmikan operasional Polres Morowali di Kompleks Perkantoran Funuasingko Bungku Tengah, Kamis (16/1/2020).
Namun, keesokan harinya, pada Jumat (17/01/2020) sekira pukul 18.30 Wita, pernyataan orang nomor satu di Polda Sulteng itu seakan terbantahkan dengan adanya kabar kejadian penculikan dua seorang anak perempuan yang berumur 4 tahun dan 6 tahun di Desa Bahomoleo dan Bahomohoni Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali, yang pada saat ini sedang dalam perjalanan menuju tempat mengaji (taman baca al-qur’an).
Untungnya, kedua anak itu berhasil melarikan diri, melihat kondisi yang tepat mereka langsung melompat dan lari hingga lolos dari kejaran para penculik yang katanya berjumlah 4 orang.
Namun jika mendengar cerita dari kedua anak tersebut, seakan seperti menonton film sinetron saat kejadian penculikan. Terlepas benar atau tidak, kondisi fisik anak 4 dan 6 tahun itu jika dibandingkan dengan penculik yang berjumlah lebih banyak serta dengan umur jauh lebih tua sepertinya sulit untuk dipercaya kalau hal itu benar murni tindakan penculikan. Apalagi, 4 penculik itu katanya 3 seorang pria dan 1 seorang wanita.
Jika dianalisa kedengarannya sangat janggal. Apakah mereka (korban) sengaja dibebaskan? Atau apakah para penculik itu hanya sekedar menunjukan keberadaannya pasca pernyataan Kapolda pada beberapa hari lalu? Saya belum ingin berspekulasi.
Setelah ditelusuri, ternyata isu penculikan anak tidak hanya ramai di Morowali saja, tapi juga di Kabupaten Banggai yang sangat masif dibicarakan oleh warganet bahkan dikehidupan nyata. Bahkan isu ini juga ada dibeberapa wilayah di Indonesia, seperti di Sumbawa yang saat ini pihak Kepolisian aktif mengunjungi sekolah-sekolah yang berada diwilayah tersebut untuk meminta agar setiap siswa dapat berhati-hati.
Dikutip dari Liputan6.com, setelah ditelusuri oleh Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, isu penculikan anak di media sosial tersebut dibuat oleh akun yang berbeda di waktu dan tempat berbeda pula. Baik foto maupun video yang digunakan tidak ada kaitannya dengan peristiwa penculikan. Berikut deretan hoaks penculikan anak dan fakta sebenarnya:

 

  1. Viral penculikan anak di Pontianak pada Jumat 19 Oktober 2018. Pelakunya berhasil ditangkap dan diarak warga adalah hoaks. Faktanya, foto yang digunakan merupakan peristiwa pencurian ponsel di Desa    Cimpabuan, Kabupaten Bogor pada 16 Oktober 2018. Pelaku berinisial I mencuri ponsel di sebuah warung. Namun dia berhasil ditangkap warga setelah diteriaki maling oleh korbannya.
  2. Viral penculikan anak di Cakung dan dikembalikan setelah tiga hari dengan kondisi mata sudah diambil pada Senin 21 Oktober 2018 adalah hoaks. Faktanya, foto yang digunakan merupakan bocah SD yang meninggal dunia akibat kelelahan dan dehidrasi pada 20 Oktober 2018. Bocah tersebut sebelumnya bersepeda dengan      teman-temannya dari Ujung Menteng-Marunda. Karena kehausan dan tak punya uang, korban minum air dikamar mandi milik Dinas Kebersihan DKI. Namun usai minum, dia tak sadarkan diri hingga meninggal dunia di  rumah sakit.
  3. Viral penemuan jasad bocah SD dengan kondisi organ dalam tubuh diambil di Kemayoran pada Rabu 24    Oktober 2018 adalah hoaks. Faktanya, foto yang digunakan merupakan peristiwa penemuan jasad korban pemerkosaan dan pembunuhan di sebuah kebun sawit Dusun Rejosari, Tanjung Medan, Rokan Hilir pada 24 Oktober 2018. Pelaku bernama Hendri Limbong sudah ditangkap dan diproses di kantor polisi setempat.
  4. Viral isu penculikan anak dan organ dalamnya diambil di Jakarta Utara pada Rabu 24 Oktober 2018 adalah hoaks. Faktanya, foto yang digunakan merupakan peristiwa seorang anak yang sempat meninggalkan rumah  namun sudah kembali berkumpul dengan keluarganya pada 24 Oktober 2018. Bocah bernama M Rizki Saputra itu sempat meninggalkan rumah selama sehari untuk mencari orangtuanya hingga ke PLTU Ancol. Dia kemudian diantar warga yang menemukannya ke rumahnya di kawasan Pasar Nalo.
  5. Viral isu penculikan anak di Kabupaten Kerinci pada Rabu 17 Oktober 2018 adalah hoaks. Faktanya, berita  tersebut diambil dari kasus orang mengalami gangguan jiwa di Jambi pada 27 Oktober 2018. Sementara foto yang digunakan diambil dari peristiwa penculikan yang terjadi di Cianjur Selatan pada 23 Maret 2017. Sejauh  ini, polisi tidak menemukan tindak pidana penculikan anak di Kabupaten Kerinci
  6. Sementara viral penculikan anak di Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali pada Minggu 28 Oktober 2018 diduga benar terjadi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. Korban berinisial NLPS
Jika banyaknya isu merupakan hoax atau berita bohong, maka akan menimbulkan pertanyaan datar. Siapa yang membuat isu ini? Dan untuk apa isu ini dimasifkan? Dan untuk siapa isu ini dibuat? Namun untuk hal tersebut lagi-lagi saya belum ingin berspekulasi. Melihat demikian, ada hal positif yang dapat diambil dari isu terkait penculikan anak ini. Benar atau tidaknya, tapi para orang tua lebih fokus memantau, menjaga dan lihai dalam menjaga anak sejak ramainya isu itu dibicarakan yang padahal memberikan rasa aman kepada anak adalah kewajiban orang tua. Apa lagi di zaman milenial saat ini banyak orang tua yang hanya fokus pada layar handphone untuk tetap menjaga eksisnya dan meduakan perhatian dan perkembangan buah hatinya sendiri.

 

Bacaan Lainnya

 

Penulis :Miftahul Afdal Mahasiswa Sosiologi Universitas Tadulako 

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait