Fenomena Gerhana Matahari Cincin Di Indonesia Berdasarkan Wilayah Dan Tutupannya

Bagikan Artikel ini

Pariwaraku.com – Hari ini, Minggu (21/6), fenomena Gerhana Matahari Cincin akan terjadi di sejumlah negara. Fenomena ini akan membuat suasana siang hari tampak gelap, karena Matahari tertutup Bulan hingga membentuk sebuah cincin api.
Gerhana Matahari Cincin akan menyambangi sejumlah negara di Bumi, meliputi Kongo, Sudan Selatan, Ethiopia, Eritrea, Yaman, Oman, Pakistan, Tibet, China, Taiwan, termasuk India.
Di India, tepatnya di Rajasthan, Haryana, dan Uttarakhand, fenomena GMC diprediksi terlihat sempurna, bahkan berbeda dengan daerah lain yang juga dilalui gerhana. Bulan akan menutupi 98,8 persen cakram Matahari, menyebabkan cincin di sekitar Matahari tampak sangat tipis menyerupai kalung manik mengkilap.
Adapun GMC di India pertama kali dimulai pada pukul 09.15, bergerak mencapai puncak pukul 12.10 dan berakhir sekitar pukul 15.04 sore waktu setempat.
Sementara itu, masyarakat Indonesia juga bisa menyaksikan Fenomena Alam langka ini. Namun, yang terlihat bukanlah Gerhana Matahari Cincin, melainkan Gerhana Matahari Sebagian.
Menurut Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), hal ini disebabkan karena Indonesia tidak berada pada jalur utama Gerhana Matahari Cincin. Selain itu, tidak semua wilayah di Indonesia bisa melihat fenomena gerhana hari ini.
“(GMC hanya) di jalur pusatnya Gerhana Matahari Cincin. Di indonesia hanya Gerhana Matahari Sebagian 0-50%. Hanya wilayah Sumatra bagian selatan serta Jawa bagian barat dan tengah yang tidak bisa melihat gerhana matahari,” kata Thomas, ketika dihubungi beberapa hari lalu.
Guna mengetahui lebih lanjut wilayah mana saja yang dilalui Gerhana Matahari Sebagian, berikut daftar jam dan lokasi di Indonesia yang dilalui gerhana.
Tutupan kurang dari 10 persen
• Pulau Sumatra kecuali Aceh bagian Utara, Bengkulu bagian Selatan dan Lampung bagian  Selatan: Awal gerhana pukul 13.30-14.45 WIB; puncak pukul 14.45-15.00 WIB; akhir pukul 15.15-15.45 WIB.
• Kepulauan Bangka Belitung: Awal gerhana 14.25 WIB; puncak pukul 15.10 WIB; dan akhir 15.51 WIB.
• Kepulauan Riau (minus Natuna): Awal gerhana pukul 14.00 WIB; puncak pukul 15.06 WIB; akhir pukul 16.12 WIB.
• Kalimantan Barat bagian Selatan: Gerhana mulai pukul 14.13 WIB; puncak gerhana pukul 15.17 WIB; berakhir pukul 16.00 WIB.
• Kalimantan Tengah bagian Selatan: Awal gerhana pukul 14.26 WIB, puncak pukul 15.22 WIB; akhir pukul 16.15 WIB.
• Kalimantan Selatan bagian Selatan: Awal gerhana pukul 15.32 WITA; puncaknya pukul 16.25 WITA; berakhir pukul 17.11 WITA.
• Sebagian besar Pantai Utara (Pantura) Jawa ditambah dengan Purwodadi, Sragen dan Blora: Mulai gerhana pukul 15.00-15.15 WIB; puncaknya pukul 15.15 WIB; gerhana berakhir pukul 15.30-15.45 WIB.
• Jawa Timur (minus Pacitan, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar dan Kabupaten Malang bagian Selatan): Gerhana mulai pukul 14.57 WIB; puncak pukul 15.21 WIB; akhir pukul 15.48 WIB.
• Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur: Gerhana mulai pukul 15.53-16.04 WITA; puncak gerhana pukul 16.24-16-27 WITA; berakhir pada pukul 16.44-17.10 WITA.
• Sulawesi Selatan bagian Selatan, dan Pulau Wetar (Kabupaten Maluku Barat Daya): Gerhana mulai pukul 15.35 WITA; puncak gerhana pukul 16.30 WITA; dan gerhana berakhir pukul 17.19 WITA.
Tutupan kurang dari 20 – 30 persen
• Kabupaten Berau: Awal gerhana pukul 15.15 WITA; puncaknya pukul 16.25 WITA; akhir gerhana pukul 17.25 WITA.
• Kalimantan Utara: Gerhana mulai pukul 15.15-15.30 WITA; puncak gerhana pukul 16.15-16.30 WITA; dan berakhir pukul 17.15-17.30 WITA.
• Sulawesi Utara (minus Kepulauan Sangihe-Talaud, Manado, Bitung dan Tomohon): Awal gerhana pukul 15.24 WITA; puncaknya pukul 16.32 WITA; gerhana berakhir pukul 17.31 WITA.
• Gorontalo: Gerhana mulai pukul 15.28 WITA; puncak gerhana pukul 16.31 WITA; akhir gerhana pukul 17.26 WITA.
• Sulawesi Tengah: Banggai, Banggai Kepulauan, Toli-Toli, Buol, Kepulauan Togian. Gerhana mulai pukul 15.26 WITA; puncak gerhana pukul 16.30 WITA; dan akhir pukul 17.25 WITA.
• Maluku Utara: Kepulauan Sula, Halmahera Selatan. Gerhana dimulai pukul 16.29 WIT; puncaknya pukul 17.34 WIT; dan akhir pukul 18.30 WIT.
• Maluku: Pulau Seram, Pulau Ambon, Kepulauan Kai, Kepulauan Aru. Gerhana mulai pukul 16.39 WIT; puncak gerhana pukul 17.35 WIT; akhir pukul 18.26 WIT.
• Papua Barat: Fak-Fak, Kaimana. Gerhana mulai pukul 16.34 WIT; puncak gerhana pukul 17.36 WIT; gerhana berakhir tidak teramati karena Matahari sudah terbenam.
• Papua: Mimika, Asmat, Boven Digul, Mappi, Merauke. Gerhana mulai pukul 16.36 WIT; puncak gerhana pukul 17.37 WIT; gerhana berakhir tidak teramati karena matahari sudah terbenam.
Tutupan kurang dari 30 – 40 persen
• Sulawesi Utara: Kepulauan Sangihe, Manado, Bitung, dan Tomohon. Awal gerhana pukul 15.24 WITA; puncaknya pukul 16.32 WITA; berakhir pukul 17.31 WITA.
• Maluku Utara (minus Kepulauan Sula, Halmahera Selatan). Gerhana awal pukul 16.29 WIT; puncaknya pukul 17.34 WIT; berakhir pukul 18.30 WIT.
• Papua Barat (minus Fak-Fak, Kaimana). Gerhana mulai pukul 16.34 WIT; puncak gerhana pukul 17.36 WIT; gerhana berakhir tidak teramati karena Matahari sudah terbenam.
• Papua (minus Mimika, Asmat, Boven Digul, Mappi, Merauke). Gerhana mulai pukul 16.36 WIT; puncak gerhana pukul 17.37 WIT dan gerhana berakhir tidak teramati karena matahari sudah terbenam.
Tutupan kurang dari 40 – 50 persen
• Sulawesi Utara: Kepulauan Talaud. Gerhana mulai pukul 15.24 WITA; puncak gerhana pukul 16.32 WITA; akhir gerhana pukul 17.31 WITA.
Sedangkan wilayah di Indonesia yang tidak mengalami gerhana antara lain:
• Bengkulu bagian Selatan
• Lampung bagian Selatan
• Banten
• DKI Jakarta
• Jawa Barat
• Jawa Tengah (minus Batang, Kendal, Semarang Raya, Demak, Grobogan, Rembang, Blora)
• Jawa Timur: Pacitan, Ponorogo, Magetan, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Kabupaten Malang bagian Selatan

Bagikan Artikel ini

Pos terkait