ESDM Luncurkan Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi secara resmi meluncurkan Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (9/10/2019).

Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar tersebut secara simbolis menyerahkan Atlas Peta Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia kepada Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat Lamakarate, Direktur Penataan Kawasan Kementerian ATR/BPN Sufrijadi, Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Perdesaan Kementerian PPN/Bappenas Velix Vernando Wanggai.

Bacaan Lainnya

Informasi kegiologian melalui atlas ini merupakan atlas peta pertama kelikuefaksian yang diluncurkan, dimana sebelumnya Peta Zona Kerentanan Likuefaksi di Indonesia belum pernah ada. Dari 34 Provinsi di Indonesia, hanya lima di antaranya yang tidak memiliki kerentanan likuefaksi.

Rudy Suhendar mengatakan cukup banyak femomena likuefaksi yang terjadi di Indonesia, hingga pada kejadian likuefaksi pascagempa di wilayah Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, mengingatkan bangsa ini betapa informasi ancaman bahaya dan kerentanannya menjadi penting bagi pemangku kepentingan, baik di pusat maupun di daerah dan juga bagi masyarakat umum.

Untuk itu lanjut Hendar, dengan peluncuran Atlas Zona tersebut, Badan Geologi memberikan informasi bagi para pemangku kepentingan terkait pengelolaan bencana, penataan ruang, pengembangan wilayah dan kawasan.

Atlas Zona Likuefaksi di Indonesia itu diharapkan dapat memberikan informasi bagi para pemangku kepentingan terkait pengelolaan bencana, penataan ruang, pengembangan wilayah dan kawasan, sehingga dapat menjadi bahan informasi dalam upaya-upaya mitigasi bencana.

“Pemerintah daerah juga sudah mengetahui situasinya secara kerentanan di wilayah ini seperti ini, sehingga atas inisiatif daerah bisa melakukan yang lebih rinci lagi, karena tadi itu masyarakat sekarang kan sudah kritis, dibatas mana yang amannya, dibatas mana yang tidak amannya.”

Peluncuran peta tersebut untuk memberi gambaran daerah-daerah yang memiliki kerentanan terhadap likuefaksi di Indonesia, sehingga ia berharap upaya-upaya mitigasi bencana dapat ditingkatkan.

Sementara itu Sekretaris Provinsi Hidayat mengapresiasi atas diluncurkannya Atlas Zona Likuefaksi tersebut.

Dirinya berharap, dengan diluncurkannya Atlas Peta ini bisa menjadi acuan ilmiah dalam penetapan zona bahaya, siaga dan aman, namun yang tidak kalah penting ialah bagaimana upaya mempublikasikan informasi ini kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dimengerti sebagai bahan mitigasi.

Usai peluncuran dilanjutkan dengan diskusi interaktif likuefaksi dengan tema mengenal likuefaksi dan menyelaraskan kehidupan di atas potensi yang ada. (ANT/VOA)

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait