Eks Kombatan Poso Inginkan Program Deradikalisasi Ditingkatkan

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Mantan teroris Poso yang kini telah insyaf dan kembali kepada pangkuan Ibu Peritwi, berharap program Pemerintah tentang deradikalisasi terhadap pelaku terorisme dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan.

” Program deradikalisasi harus dilanjutkan dan ditingkatkan, agar pemahaman serta idiologi yang mengarah kepada kasus terorisme tidak terulang kembali. Utamanya kepada para mantan Napi Terorisme di wilayah Sulawesi Tengah ,” kata FA salah seorang mantan narapidana kasus teroris (Napiter) kepada Kasubdit IV Dit Intelkam Polda Sulteng Kompol Safrudin SE beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Apalagi menurut FA, langkah pemerintah dengan merangkul para mantan kombatan untuk membantu program deradikalisasi cukup efektif. Karena terkadang, orang telah terinfeksi paham ideologi kekerasan akan sulit didekati apalagi oleh orang- orang yang di luar dari mereka.

Sementara salah satu kunci sukses deradikalisasi adalah ketika kita mampu membangun komunikasi dengan mantan-mantan pelaku teror.

” Harus dekat dan harus dengan hati. Tidak bisa dengan argumentasi, mereka itu bukan orang yang perlu dinasehati. Karena mereka sudah merasa bahwa mereka bisa dinasehati oleh dirinya sendiri,” ungkap FA seperti yang diungkapkan Kompol Safrudin kepada wartawan pekan lalu.

Makanya kata FA, usai dirinya menjalani masa penahanan kemudian dinyatakan bebas, ia dan sejumlah teman-temannya mantan eks Napiter telah kembali beraktifitas serta berbaur dengan masyarakat pada umumnya.

” Meski demikian kami tetap mengikuti kajian – kajian melalui kegiatan majelis ta’lim,” cetusnya.

Sedangkan untuk memenuhi kehidupan keluarga sehari-hari, FA saat ini jualan sembako serta membuka usaha pembuatan tahu tempe di Kota Palu.

Kepada Kompol Sapruddin, FA berharap kiranya komunikasi serta jalinan silaturrahim dapat terus dibangun termasuk dengan para mantan kombatan lainnya, sehingga untuk kembali kepada pemahaman yang keliru itu akan jauh dan bahkan di lupakan.

‘ Silaturrahim seperti ini harus terus dijaga dan ditingkatkan agar para kombatan Poso tidak kembali atau terpengaruh lagi dengan paham-paham radikalisme, ” pungkasnya.

Penulis : Thio Jumari

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait