Efek Buruk Kebiasaan Isi Tangki BBM Tak Pernah Penuh

Petugas mengisi bahan bakar jenis biosolar di SPBU
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jakarta, Pariwaraku.com – Tangki bahan bakar minyak (BBM) kendaraan disarankan tetap diisi dalam kondisi penuh meski kendaraan jarang digunakan. Alasannya, sering menyisakan ruang pada tangki berpotensi menimbulkan karat kemudian kebocoran karena keropos.

Kepala Bengkel Daihatsu Pangeran Jayakarta Dolf Valentino menjelaskan udara pada ruang kosong di tangki kemungkinan berubah menjadi embun atau titik air yang memicu karat. Seperti diketahui karat adalah proses kimia hasil oksidasi logam, karat muncul karena unsur oksigen.

Bacaan Lainnya

“Karat berasal dari udara yang ada dalam tangki dan berubah bentuk menjadi titik-titik air,” kata Dolf melalui pesan singkat, Senin (13/7).

Dolf mengatakan lagi air mempunyai massa lebih berat ketimbang BBM, sebab itu air di dalam tangki dikatakan bakal jatuh ke dasar. Dalam kurun waktu lama air itu disebut menyebabkan karat sehingga sudut-sudut tangki menjadi keropos dan bocor.

“Itu akan menggerogoti tangki karena karat dan kemudian bocor,” ungkapnya.

Mengisi tangki penuh BBM juga ada batasannya, yaitu hanya sampai ukuran sensor atau saat nozzle SPBU berhenti bekerja saat sedang dicolok ke lubang pengisian.

Menurut Dolf tak perlu lagi menambahkan BBM bila sudah melewati batas sensor sebab berisiko luber hingga tercecer atau malah menempel kemudian merusak cat bodi mobil.

“Itu kan mubazir juga dan mencemari lingkungan. Terusnya dapat membuat permukaan cat lambat laun kusam atau menguning,” kata Dolf.

Hal positif mengisi tangki penuh BBM bukan cuma soal menghindari karat. Dolf juga mengatakan kebiasaan seperti itu mendukung perasaan tenang saat tidak memungkinkan segera isi BBM misalnya ketika SPBU jauh.

Sumber : CNN Imdonesia

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait