Duh! 235 Juta Data Pengguna Instagram, YouTube & TikTok Bocor

Ilustrasi, (Foto: CNBC)
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jakarta, Pariwaraku.com – Sebanyak 235 juta data pengguna dari Instagram, YouTube dan TikTok bocor di internet. Jika kamu memiliki akun platform media sosial segera lakukan pengecekan profil dan pastikan data pribadi tidak diambil.

Kebocoran data ini dilaporkan oleh peneliti independen yang dipimpin oleh Bob Diachenko sejak 1 Agustus 2020. Data yang bocor termasuk nomor telepon dan alamat email, seperti dilansir dari Express, Rabu (26/8/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Paul Bischoff, editor Comparitech yang mempublikasikan kebocoran data ini informasi ini akan sangat berguna bagi para pelaku kejahatan untuk menjalankan penipuan phishing.

“Walaupun data tersebut bisa diakses secar publik, fakta bahwa data bocor secara agregat sebagai database yang terstruktur dengan baik membuatnya jauh lebih berharga daripada setiap profil yang akan diisolasi,” jelasnya.

Menurut penelusuran Bob Diachenko dan tim, kebocoran data ini berasal dari Deep Social. Perusahaan ini telah setop beroperasi sejak 2018 karena diblokir Facebook dan Instagram setelah ketahuan ambil data pengguna secara diam-diam.

Saat dikonformasi ke Deep Social, mereka mengarahkannya ke Social Data, perusahaan pemasaran berbasis data yang berkantor di Hong Kong. Social Data sendiri menolak tudingan memiliki hubungan dengan Deep Social dan mengatakan data yang mereka kumpulkan merupakan data publik yang tersedia bagi siapapun.

Juru Bicara Facebook Stephanie Otway mengatakan mengambil informasi pengguna dari Instagram merupakan pelanggaran kebijakan perusahaan.

“Kami mencabut akses Deep Social ke platform kami pada bulan Juni 2018 dan mengirimkan pemberitahuan hukum yang melarang pengumpulan data lebih lanjut,” ujarnya.

“”TikTok menempatkan prioritas tertinggi pada privasi pengguna, dan kami memiliki kebijakan anti-gesekan. Persyaratan Layanan kami melarang pihak ketiga menjalankan skrip otomatis untuk mengumpulkan informasi dari layanan kami, termasuk informasi profil publik. Jika kami mengidentifikasi praktik semacam itu, kami akan mengambil tindakan cepat, termasuk mencari ganti rugi hukum,” ujar Juru bicara TikTok.

Setiap pengguna layanan yang disebutkan di atas yang mengkhawatirkan kebocoran data harus waspada terhadap potensi penipuan phishing melalui email atau media sosial. Pesan scam dapat dikirim ke DM di layanan jejaring sosial atau muncul di bagian komentar pada posting

Sumber : cnbcindonesia.com

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait