Dua Calon Jamaah Haji Asal Sulteng Wafat di Mekkah

Sumber Foto : Antara
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Dua calon jamaah Haji yang berasal dari kota Palu dan Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, dilaporkan wafat di Mekkah, Arab Saudi, Minggu 28/7.

Hal ini dinyatakan oleh Arifin, Kepala Seksi Pendaftaran & Dokumentasi Haji Kantor Wilayah Kementrian Agama Sulteng bahwa ada dua calon jamaah haji yang meninggal atas nama Nurbia Melek Tatu, asal kota Palu, yang tergabung dalam kloter 8 Balikpapan dan Sitti Salma Husein Lamonjong, asal kabupaten Banggai Laut, tergabung dalam kloter 7.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan  data di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, Nurbia Melek Tatu yang beralamat di Jalan Bantilan Lorong II No.32, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, wafat disebabkan penyakit jantung. Sementara Siti Salma Husein Lamonjong yang tinggal di Kelurahan Tano Bonunungan, Kecamatan Banggai, wafat disebabkan penyakit pernapasan.

“Almarhumah Nurbia wafat pukul 10.45 waktu Arab Saudi di pemondokan jamaah calon haji dan Siti Salma meninggal pada pukul 06.00 di rumah sakit di Arab Saudi,” ujarnya.

Kedua Almarhumah calon jamaah Haji akan dimakamkan di kompleks pekuburan jamaah calon haji dan jamaah haji maupun jamaah umron di Ash Sharaya, Kota Mekkah.

Sebelumnya, satu calon haji asal Sulteng juga batal diberangkatkan ke Arab Saudi disebabkan usia kehamilannya sudah masuk sembilan bulan sehingga berisiko membahayakan keselamatan janin dan calon haji.

Rusman Langke sebagai Kepala Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulteng juga mengatakan sembilan calon haji asal Sulteg batal berangkat ke Tanah Suci Mekkah karena sakit dan wafat.

Mereka yang sakit, lanjutnya, antara lain Aly Lasamaulu (asal Kabupaten Donggala), I Midah (asal Morowali Utara), Tapanilo (asal Kota Palu), Sunggu (asal Kabupaten Sigi), Djubaeda Naser Sulaiman (asal Kabupaten Tojo Unauna).

“Sementara yang meninggal dunia setelah pelunasan adalah Indo Wero dan Idahan (asal Kabupaten Donggala), Hatimi dan Ambo Pannu (asal Kota Palu),” ujarnya.

 

Sumber/Editor : Antara/de’Sun

 

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait