Disertasi “Seks Halal Diluar Nikah” Dikritik Kemenag RI

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Disertasi tentang ‘keabsahan hubungan seksual nonmarital’ yang ditulis mahasiswa Doktor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Abdul Aziz, dikritik oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamarudin Amin menganggap bahwa argumen penulis sangatlah  dangkal. Ia juga menyarankan agar penulis kembali merenungkan, mengevaluasi isi dari argumennya agar tidak berdampak negatik, walau disertasi ini bukan fatwa akan tetapi berpotensi dijadikan sebagai justifikasi prilaku seks bebas oleh orang-orang tertentu yang tentu sangat berbahaya.

Bacaan Lainnya

“Dari sisi non-akademik apalagi, disertasi itu tidak hanya totally bertentangan dengan budaya Indonesia tetapi juga berpotensi menstigma perguruan tinggi Islam sebagai lembaga tempat berkecambahnya paham ekstrim liberal, hal ini berpotensi memicu munculnya ekstrem radikal sebagai antitesisnya,” tuturnya.

Kamaruddin juga menilai disertasi yang dibuat itu bertentangan dengan ijma ulama. Menurut dia penulis harus lebih banyak mengeksplor literatur sebelum sampai pada kesimpulan yang dapat menimbulkan kontroversi. Dia mengatakan fondasi argumen yang dibangun dalam disertasi itu juga lemah dan rapuh. Kamaruddin menyebut, dari sisi akademik, disertasi ‘seks halal di luar nikah’ bukan hanya kontroversial, tapi juga ambisius.

“Menurut Syahrur, boleh baca lagi nahw ushul jadidah lil fiqh al Islami dan kitab Al Quran, lihat videonya di youtube, seks di luar nikah tetap haram. Kalau dilakukan secara terbuka itu zina dan uqubahnya dihad 100 kali, kalau dilakukan tersembunyi itu fahisya yang tetap haram. Walaupun dia membolehkan nikah mutah, nikah misyar, muhallil bahkan al musakanah (samen leven), tetapi nikah seperti ini harus disepakati oleh masyarakat (budaya) dan ada aturannya (diatur oleh negara), bukan hanya komitmen antara dua orang saja kemudian bisa berhubungan bebas, seperti kesimpulannya Aziz, apalagi dia menyarankan untuk menjadi alternatif hukum pidana perdata dan hukum keluarga di Indonesia, argumennya sangat dangkal menurut saya,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota DPR dari Fraksi PKS Al Muzzamil Yusuf juga mengkritik  tentang keabsahan seks di luar nikah. Menurut Muzzamil, disertasi itu berpotensi menyebarkan virus perilaku seks bebas.

Ia mengatakan, disertasi ini adalah virus yang akan berpotensi memasyarakatkan Free Sex yang akan menghancurkan kekokohan dan harmoni keluarga Indonesia. Apalagi secara tegas penulis menyatakan rekomendasi dari disertasi tersebut untuk menjadi rujukan dalam fikih Islam, Pembaruan Keluarga Islam dan KUHP yang sedang dibahas di DPR bersama Pemerintah

Ia mengatakan Aziz serta mereka yang terlibat dalam kelulusan disertasi tersebut telah menginjak amanat konstitusi yang tertuang dalam Pasal 31 ayat (3) UUD 1945 tentang sistem pendidikan yang bertujuan meningkatkan keimanan dan akhlak mulia.

“Pasal itu berbunyi pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang,” ujarnya.

 

 

Sumber : Detik.com/D’Sun

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait