Diduga Mendatangkan Bencana Dan Mencemari Lingkungan Pertanian PT. TRIO KENCANA Ditolak Beroperasi

Bagikan Artikel ini

Pariwaraku.com – Guna mencegah dampak lingkungan pengolahan tambang emas diwilayah Kecamatan Kasimbar, ribuan massa aksi yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Tani Peduli Lingkungan Kecamatan Kasimbar menggelar aksi unjuk rasa Tolak Tambang Emas, Senin, 17 Januari 2022.

Aksi tersebut di lakukan sebagai respon penolakan terhadap aktifitas pertambangan emas di wilayah Kecamatan kasimbar yang saat ini sadang beroperasi.

Menurut mereka, aktifitas pertambangan hanya akan memberikan dampak buruk bagi masyarakat, khususnya mayoritas petani di wilayah itu.

“Saat ini areal persawahan milik mereka kini tak dapat ditanami padi di karenakan air telah bercampur limbah dan lumpur akibat masifnya eksploitasi alam yang di lakukan oleh PT. Trio Kencana di daerah pegunungan dan aliran sungai,” uncap Koordinator Lapangan (Korlap), Yamin melalui peryataan tertulisnya kepada media.

Di ketahui, luas IUP yang di miliki oleh perusahaan PT. Trio Kencana mencapai 15.725 Ha. Keseluruhannya  mencakup wilayah pertanian, Perkebunan, dan kawasan pemukiman penduduk.

Menurut Yamin, luasan aktivitas peruntukan lahan pengolahan PT. Trio Kencana tersebut akan menghilangkan ribuan hektar sawah produtif yang berada di Desa Kasimbar Palapi, Desa Posona, Desa Kasimbar, Desa Cendana, dan Desa Kasimbar Selatan.

Beberapa wilayah itu lanjut Yamin mulai terancam rusak karena sumber air yang di gunakan untuk persawahan kini di keruk oleh perusahaan.

“Jika eksploitasi ini berlanjut, maka bisa di pastikan akan ada banyak petani yang kehilangan sumber penghidupannya,” jelasnya.

Atas dasar itu, para pengunjuk rasa menuntut pihak pemerintah untuk mencabut izin dari pertambangan emas yang ada di Kecamatan Kasimbar.

Juga kepada pihak keamanan untuk menertibkan eksavator yang saat ini di gunakan untuk mengeruk sumberdaya alam di Kasimbar.

Selanjutnya, Aliansi Rakyat Peduli Lingkungan menyegel Kantor Camat Kasimbar, juga mendesak Pihak keamanan untuk menurunkan alat berat selambat-lambatnya dalam waktu 1 hari.

juga menuntut Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Parimo untuk mendesak pemerintah Sulteng agar mencabut Izin Usaha Pertambangan milik PT. Trio Kencana di Kecamatan Kasimbar.

Lap : (***)


Bagikan Artikel ini

Pos terkait